Showing posts with label Quran. Show all posts
Showing posts with label Quran. Show all posts

Menghafal Quran (2)


Dua tahun lalu, aku pernah posting Metode Menghafal Quran. Bahkan nyaris lupa pernah posting itu. Namanya juga mood, suka naik turun. Tak terkecuali mood aku dalam menghafal. Atas jalan yang pernah terabaikan ~

Qadarullah bertemu dengan seseorang di Instagram gegara salah sambung. Gak disangka ternyata Allah punya rencana indah karena mempertemukan aku dengan dia. Namanya Nurlies, seumuran denganku, dan dia ngajakin aku menghafal qur'an 1 day 1 ayat yang disetor via Whatsapp.

Setor satu ayat, lalu terjemahkan pulak ayat itu per kata. Sebelum setor via pesan audio whatsapp, aku rekam dulu suaraku, biar yakin kalau bacaanku sudah benar. Alhamdulillah cara seperti ini bisa membuat hafalan tahan lebih lama.

Setelah dipraktekkan beberapa hari, ternyata mudah, yang sulit itu istiqomah menghafalnya setiap hari. inget yaa.... i-s-t-i-q-o-m-a-h.

Beberapa hari yang lalu kita ketemuan di Masjid Ukhuwah Islamiyah bersama dua temannya yang masih imut-imuut. hhehe... masih 19 tahun tapi luar biasa banget ilmunya. Pokoknya Nurlies dan teman-temannya sudah sangat mengakrabi Al-Quran dan berada di antara mereka bikin aku merasa kayak remah-remah ciki.
*ini gak harus disampaikan sih, tapi sangat emosional kalau inget kejadian itu yang bikin aku minderrr banget. "Retno, Qur'an kamu mana?" kagak bawa, gaes. Sedangkan mereka selalu membawanya ke mana-mana.

Balik ke cerita. Kita ketemuan di Masjid UI dan Nurlies memberikan wejangan untuk menghafal qur'an. Kucatat biar tak lupa, dan mungkin juga akan bermanfaat buat kalian yang masih belum mantap untuk menghafal 30 juz Qur'an.

  1. NIAT. Jika niat sudah tertanam, selanjutnya bedo'a sama Allah, minta supaya Allah izinkan kita untuk menghafal kalam-Nya.
  2. Dalam menghafal Qur'an, targetnya adalah bukan hafal 30 juz, tapi bagaimana kita bisa muroja'ah (mengulang hafalan) terus setiap hari. Bukannya sudah hafal lalu ditinggal.
  3. Yang terpenting dalam menghafal qur'an bukanlah karena kita bisa menghafalnya, tapi adalah ridho Allah. Kalo Allah ridho, insyaAllah akan mengalir keberkahan-Nya. Bisa menghafal lebih cepat dan membacanya dengan tartil, misalnya. 
  4. Jangan sombong. Jangan mentang-mentang sudah hafal suatu surat, lantas menganggap remeh. "ah surat ini, gampanggg...". Hati-hati. Allah yang ngasih hafalan itu untuk kita ingat, Allah juga yang berhak mencabut hafalan itu. Tetap rendah hati dan terus muroja'ah.
  5. Jangan juga merasa PD bisa menyelesaikan satu ayat kalau bacaannya masih terbata-bata. Lekas liat al-qur'annya. karena esensi menghafal adalah mengulangnya berkali-kali. akrabkan lisan pada setiap kata. Semakin banyak mengulang, semakin ingat, semakin banyak pahala.
  6. Pahami maknanya. Kalau bisa, tau artinya per kata. 
Itu saja yang bisa aku simpulkan dari pertemuan kami. Mengutip ceramahnya ustadz Nouman Ali Khan, "put your effort, and Allah gave His barakah"

---

Orang-orang berlalu lalang. Datang untuk singgah sebentar, lalu pergi. Di antaranya ada sebuah pertemuan singkat yang menjadi awal dari pertemuan-pertemuan selanjutnya. Semoga Allah selalu jaga ukhuwah kita sampai di surga-Nya kelak.

Metode Menghafal Quran

Ada banyaaak sekali cara menghafal Quran, bahkan gw pernah dikasih buku "cara cepat menghafal Quran". Sorry gak gw baca sampe tamat. Hhihi... buku setebal itu, intinya sih ... NIAT.

Niatnya dulu yaaa, kakak.. ^^
 Sejak diajakin belajar bahasa Arab metode Mustaqilli di kantor, sejak kejadian memalukan di masjid Nabawi, sejak gagal rumpi dengan ibu2 bule di masjid, dan sejak orang asing bertanya "kau tau apa arti Ar-Rayaan?", sejak saat itu...

Gw jadi melihat lebih detail pada mushaf yang gw baca, bahkan tanpa sadar mengumpulkan kosa katanya. Hingga akhirnya, ketika gw menghafal salah satu surat dalam Juz 'Amma di commuterline pagi itu dengan gadget yang terpasang aplikasi Quran dari playstore... gw baru ngeh kalo ada fitur buat menghafalnya. Hhehehehe..... *kemana aja lu Ret...

Yang harus kita lakukan adalah: (1) download suara Syaikh pembaca Quran beserta (2) terjemahnya sesuai bahasa ibu (bahasa Indonesia). Setelah itu, pilih ayatnya dan klik "play".

Kita bisa membaca ayat sambil mendengarkan Syaikh melantunkannya. Pembacaan ini bisa diset untuk diputar berulang-ulang per ayat. Jadi sambil dengerin ayat yang gw putar berulang, gw juga baca artinya,  lalu dipahami kalimatnya. Lakukan begitu terusss menerus sampai habis satu surat.

Dan gw ngerasa kayak... "ini menghafalnya kayak yang di video ust. Nouman Ali Khan." jadi inget ketika beliau ceramah, seringnya dibubuhi ayat Quran yang diterjemahkan per kata dan dibahasa satu per satu. Keren.

Sepertinya gw cocok dengan metode ini. Gw ngerasa udah mulai susah menghafal, karena gak paham maknanya. Kalo faham kan bisa sambil membayangkan maksudnya. Bagaimana mungkin kamu menghafal tapi tak tau maknanya? *Plakk!

Di sini gw ngerasa pentingnya ilmu bahasa. Dengan penguasaan bahasa yang baik, kita bisa mendapat informasi lebih banyak lagi. Wawasan jadi bertambah, urusan jadi lebih mudah, dan hidup lebih berwarna. Semoga seterusnya dipermudah dan diperkuat niatnya. InsyaAllah. Aamiin...

Ramadhan Tiba

Alhamdulillah besok hari pertama Ramadhan, setiap detiknya adalah keberkahan. Apa yang membuat Ramadhan begitu istimewa? Ini adalah bulannya Al-Quran. Kita semua tau bahwa dengan membaca quran, Allah akan memberikan keberkahan. 

Oleh sebab ini adalah bulannya Quran, maka sebulan ini akan penuh dengan keberkahan. Alhamdulillah... :)

Selama hidup, mungkin saya sudah mengalami 17 atau 18 kali Ramadhan dengan berpuasa sebulan penuh. Puasanya menahan lapar dan haus. Seharusnya makin ada peningkatan. Kata pak ustadz, "jangan kayak nobita, dari dulu kelas 4 SD aja." Hhehe... harus naik kelas dong puasanya. 

Kelima panca indra ini juga harus puasa dari hal-hal yang tidak disukai Allah. Termasuk hatinya, ikut puasa juga dari menginginkan hal-hal yang juga tidak disukai Allah. Agar kelak jika Ramadhan usai, saya berhasil mendidik diri saya sendiri biar nggak bertindak sesuka hati sesuai mood. Ah beraat... beraaat... mudahkan yaa Allah..

Tahun ini jadi terasa sangat istimewa karena di bulan Sya'ban, sebelum Ramadhan tiba.... kayak setengah percaya saya ziarah ke makam Rasulullah. MasyaAllah... terharu banget! Hikss.... jasad manusia paling sempurna sejagat ada di dekat saya... yaa Allah rindu sekali hati ini... serasa masuk ke dalam buku The Great Story of Muhammad, yang saya baca beberapa saat yang lalu. Juga terasa kayak mimpi indah yang jadi kenyataan. Ga mao bangun >_<

"I left my troubles and worries as I entered your mosque so gently, and as I finally stood there before you.. I couldn't stop my tears from falling in your presence oh.. Muhammad.."
- Assalamu'alayka by Maher Zain

Ada kejadian yang mungkin akan selalu saya ingat di masjid Nabawi. Waktu itu saya sedang menunggu waktu dhuha sambil baca Quran. Tetiba ada ibu2 arab yang deketin. Dia menyapa pakai bahasa Arab, ibu ini kayaknya ga bisa bahasa inggris. Beliau menyuruh saya baca quran dengan suara yang lebih dikeraskan. Kemudian dia menjelaskan isinya pake bahasa arab, sambil sesekali bertanya pada saya. 

Saya bilang, "عَفوًا اُمِّ ، أنا لا فهم" (maaf bu, saya gak ngerti). Maksudnya, saya ga faham ibu ini ngomong apa pake bahasa arab. Hhuhu... tapi ibunya tetep ngomong terus.. :'(

Ibu2 yang wajahnya mirip pak Quraisy Sihab itu pun bingung melihat saya. Katanya, "bagaimana mungkin kamu tidak faham? Bukankah kamu baru saja membaca kitab berbahasa arab?"

Dengan sangat malu saya menjawab, "saya bisa membaca, tapi tak tau artinya." Dan bukan berarti saya bisa lancar berbahasa arab. Hiiikss..... hati ini tuh kayak ditampar bolak-balik. Bagaimana bisa kamu membaca sesuatu yang tidak kamu fahami maknanya? Belajaar lagi Ret... belajaaar... 

Si ibu itu keren banget sih, baca Quran udah kayak baca buku biasa. Udah tau artinya. Beliau menjelaskan banyak hal pada saya, tapi pake bahasa arab. Cuma bisa ngerti dikit2, udah pengen nangis banget dehh... orang islam nggak bisa bahasa Arab?? Padahal pedoman hidupnya dari Quran dan Hadits yang notabene pake bahasa Arab. Hiks hikss...

Jadi inget ceritanya ustadz Nouman Ali ketika pertama kali beliau mempelajari Quran di usia 20. "I'm not good in any subject before. But when I read quran, I don't know... I just love this book. Then I pray to God. Yaa Allah, I love Your book, please help me to learn and teach it."

Yaa Allah, semoga Engkau juga permudah kami untuk mempelajari Quran dan mengajarkannya. Aamiin... berdoanya gini terus di bulan Ramadhan. Put our effort and Allah gave us barakah. Sukses. InsyaAllah.

Ramadhan mubarak :)

Majelis Cinta Quran

"Kemaksiatan selalu membawa keburukan yang berujung pada penyesalan..." - ust.Felix Siauw

Alhamdulillah hari ini bisa hadir di masjid BI dalam kajian cinta quran bersama muslimah tangguh. Alhamdulillah nambah personil baru; Disa, Uni Nila dan Rima :)

Pembicara pertama, ust. Felix Siauw yang menjelaskan "kenapa kita harus menjadi muslim?". Setelah itu, materi tentang quran diperkuat oleh ust. Fatih Karim.

"Alquran adalah sumber kebahagiaan. Bagaimana kita bisa bahagia jika jarang berinteraksi dengannya? Maka penuhilah hak-haknya: baca, fahami, hafalkan, amalkan." - ust. Fatih Karim

Dengan semakin banyaknya interaksi kita dengan Quran, insyaAllah akan semakin tenang hidup kita dengan kemudahan-kemudahan yang Allah berikan.

Hikmah Membaca Al-Qur'an

Ada seorang ulama berguru kepada seorang guru. Selang beberapa lama, dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain. Gurunya berpesan: Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an. Semakin banyak baca Al Qur’an, urusanmu semakin mudah.

Dan muridnya pun melakukan. Dia membaca Al Qur’an 3 juz per hari. Dia menambahkan hingga 10 juz per hari. Dan urusannya semakin mudah. Allah yang mengurus semua urusannya. Waktu pun semakin berkah.

Apa yang dimaksud dengan berkah waktu? Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit. Itulah berkah Al Qur’an. Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu. Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah.

Padahal teorinya orang yang membaca Al Qur’an menghabiskan banyak waktu, mengurangi jatah kegiatan lain. Padahal teorinya orang banyak membaca Al Qur’an memakan banyak waktu, mengurangi waktu untuk kegiatan lain. Tapi Allah yang membuat waktu jadi berkah. Hingga menjadi begitu efektif. Hidup pun efektif.

Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Al Qur’an Salah satu berkahnya adalah membuka pintu kebaikan, membuka kesempatan untuk amal shaleh berikutnya. Salah satu balasan bagi amal baik yang kita lakukan adalah kesempatan untuk amal baik berikutnya.

- oleh Ust. Syarif Baraj, ODOJ

That's it! Gw juga merasakan sendiri manfaatnya.
Ketika gw lagi rajin baca qur'an, gw jadi lebih susah melakukan maksiat. Dan kalo gw lagi ngoding, bisa lebih cepat selesainya. Allah udah ngasih tau dimana letak salahnya, dan Dia memberi inspirasi untuk solusinya. Subhanallah :)

One Day One Juz

Well...... dulu saya rasa...
SATU JUZ per hari itu berat, mamen.. paling juga sehari gw dapet 4 lembar (1 juz ada 10 lbr). Kenapa terasa berat banget sih Ret baca quran? Bukannya itu kalimat-kalimat paling indah sejagat raya? 

Oke, asal mau berusaha, kenapa ga gabung aja ke >>>>>>> ODOJ.

•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•.¸¸.••*´¨`*•.¸¸.•*´¨`*•

Ada yang tau komunitas ODOJ?

ODOJ singkatan dari One Day One Juz, yang berarti setiap anggota ODOJ harus khatam minimal 1 juz setiap harinya. Itu artinya, sebulan bisa khatam Al-Qur'an! Subhanallah... Dengan begini, diharapkan umat islam dapat selalu menjaga komitmennya dalam kebaikan bersama orang-orang shaleh.

Setiap orang yang mau ikut akan diundang via whatsapp dan dimasukkan dalam group. Per satu group ada 30 orang yang masing-masing peserta akan diminta membaca 1 juz per hari. Juz yang dibaca tidak boleh sama dengan peserta lainnya. Peserta yang telah menyelesaikan bacaannya harus melapor ke admin supaya dimasukkan ke rekap data harian. Dengan begini, setiap anggota akan termotivasi untuk membaca Al-Qur'an setidaknya 1 juz setiap harinya. Selain itu, admin juga sering memberikan motivasi-motivasi agar kita senantiasa bermesraan dengan Al-Quran.

Hingga pagi ini, tercatat untuk group ikhwan berjumlah 253 group, sedangkan untuk akhwat ada 581 group. Total peserta ODOJ saat ini adalah 25.020 orang dan insyaAllah akan terus bertambah.
Apabila ruh ini lelah dengan amanah dan problematika hidup, maka dua hal yang bisa mengembalikan kebugaran ruh itu; shalat/doa dan membaca Al-Qur'an (Akhmad Arqom)
Saya sendiri sudah lumayan lama mendengar ada komunitas ini, tapi baru beberapa hari jadi anggota ODOJ, itu pun belum pernah ikut kegiatannya karena sedang berhalangan. Hehe... Kenapa gak dari dulu aja ikutnya Ret? Iya yaaah... Kenapa gak dari dulu??

Pernah nyoba sih baca sehari 1 juz, ternyata cuma menghabiskan waktu kurang lebih 45 menit (maksimal 1 jam) dari waktu 24 sehari yang diberikan Allah. wheww... AFAIK, cinta bisa tumbuh (salah satunya) melalui interaksi sentuhan. Semakin kita sering menyentuh dan membaca Al-Quran, akan semakin cinta lah kita kepadanya. Maka semakin cinta lah Allah pada kita (insyaAllah, aamiin).

IMHO, Membaca tulisan asing yang nggak kita pahami maknanya akan terasa lama dan membosankan. Astagfirullah. makanya pelajari juga makna di tiap kata supaya bisa cepat hapal dan bisa baca Quran tanpa melihat terjemahannya lagi. Dan tentunya, membaca Al-Quran jadi lebih menyenangkan ~
Ingat kata Allah, manusia udah disetting agar mudah mempelajari al-quran.
Semangat cinta quran! ^_^

Hijrahku Pada Allah

Assalamu'alaykum...

Well, kisah seorang mu'allaf memang selalu menarik untuk disimak. Mengharukan, penuh perjuangan dan insyaAllah bisa menjadi motivasi bagi kita untuk meningkatkan keimanan. Untuk lebih memperbaiki diri, khususnya. Karena kebanyakan mu'allaf adalah muslim yang lebih taat dibanding orang yang muslim sejak lahir karena keturunan.
Berikut adalah kisah masuk islamnya seseorang yang saya terjemahkan dari blog pribadinya.

Ayesha Lucarelli, seseorang yang saya kenal via twitter.
Dia adalah perempuan eropa asli pertama yang saya tahu muslim, seorang muslimah Italia (kebanyakan muslim di eropa adalah keturunan timur). Saya tak banyak berfikir untuk langsung bertanya, "are you really italian, muslimah and wear niqab?" 

Hijrahku pada Allah

Assalamu 'Alaykum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuhu,

"Jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. 
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." 
[QS. Al-Baqarah : 38-39]

Saya menerima email dan komentar-komentar termasuk beberapa pertanyaan tentang bagaimana saya masuk Islam (silakan baca post sebelumnya, klik di sini) bagaimana keluarga saya yang non-muslim menerima saya dan di atas segalanya saya meninggalkan Italia untuk tinggal di UK. Nanti lah saya coba untuk membalas email dan komentar. InsyaAllah.

Sekarang telah hampir 15 tahun saya meninggalkan Italia, waktu yang cukup lama! Jika kau bertanya apakah saya merindukannya, ya tentu saja. Saya merindukannya. Yang akan selalu jadi negara di mana saya dilahirkan, dimana keluarga saya tinggal dan di mana perjalanan saya dimulai bertahun-tahun lalu.

Pertama kali saya meninggalkan Italia, saat itu tahun 1998. Saya pergi karena saya harus mendapatkan pekerjaan dalam industri pariwisata dan Bahasa Inggris yang selalu dibutuhkan untuk pekerjaan semacam itu. Jadi saya meninggalkan kampung halaman untuk memulai perjalanan yang saya fikir, sebelum itu, hanya berlangsung beberapa bulan. Sedikit yang saya tahu saat itu, bahwa ternyata perjalanan akan berlangsung lebih dari 14 tahun...

jadi saya mendarat di London, UK, meninggalkan semua orang yang saya cintai, barang-barang saya, hidup saya, dan yang saya tahu sampai setelahnya... hanyalah sedikit uang di dompet dan satu koper dengan beberapa pakaian. Malam pertama saya tidur di atas lantai youth hostel, tidak selayaknya, saya tahu tapi saya tak tahu lagi ke mana harus pergi.

Saat itu saya bukanlah seorang muslim walaupun saya tetap percaya pada satu Tuhan, Pencipta surga dan bumi. Saya berdo'a pada-Nya sebelum tidur dan  hari-hari saya duduk di gereja atau kapel, berlutut, meminta-Nya untuk membimbing saya dan menjaga saya.

Itulah hari-hari gelap. Saya sering mempertanyakan keputusan saya meninggalkan rumah tapi saya tak punya pilihan. Saya harus belajar dan bekerja untuk meraih tujuan saya: menemukan pekerjaan dalam industri pariwisata.

Hari, minggu dan bulan telah berlalu. Selama masa itu saya sering menangis dan berdo'a pada Tuhan. Saya sering mengingatkan diri saya bahwa kesulitan yang saya alami akan berakhir suatu hari nanti. Tak ada yang abadi.

Setelah 7 bulan lamanya jauh dari keluarga, saya akhirnya siap untuk kembali ke rumah tapi apakah saya siap untuk kembali ke kehidupan saya semula?

Kembali ke Italia dan saya merasa terjebak seperti seorang tahanan. Saya merasa tidak nyaman dan sesuatu di dalam diri saya mengatakan untuk pergi lagi. Selama bulan-bulan itu saya berubah, sesuatu dalam diri saya berubah. Saya menyadari kemudian bahwa menjauh dari keluarga, tergantung hanya pada Tuhan memiliki dampak yang sangat mendalam pada jiwa saya.
Hari-hari gelap itu mengajarkan saya untuk memanggil Tuhan, untuk meminta pertolongan-Nya, untuk bergantung hanya pada-Nya dan mengerti bahwa Dia lah Maha Pemberi, bukan yang lain.

Jadi di sana saya kembali ke kampung halaman, merasa tidak senang, harus melarikan diri. Saya sedang memulai perjalanan baru tapi kali ini akan menjadi perjalanan hidup terbesar. Perjalanan spiritual yang mengubah hidup saya selamanya.

Untuk kedua kalinya, ketika meninggalkan Italia demi London, ibu saya lebih sedih, dia menangis lebih banyak di bandara ketika mengatakan selamat tinggal. Ini berbeda. Dia pasti memiliki "insting keibuan", dia pasti tahu bahwa saya pergi untuk waktu yang lebih lama, saya tidak kembali...

Kedua kalinya, saya meninggalkan lagi semua orang yang saya cintai, barang-barang saya, hidup saya dan yang lainnya. Tapi Saat ini hati saya terisi dan dalam kedamaian.

Selama perjalanan kedua, saya tidak hanya meninggalkan satu negara untuk negara lainnya, tapi hati saya akan bermigrasi juga, berimigrasi pada Tuhan!

Semuanya terjadi selama setahun di London. Ketika bekerja, belajar dan bertemu teman-teman. Inilah perubahan yang berangsur-angsur dalam diri saya.
Saya meninggalkan semua materi dunia yang menjebak saya dan menemukan jalan untuk kehidupan yang lebih spiritual.

Hari ketika saya mengucapkan syahadat, (deklarasi keyakinan untuk menjadi seorang muslim), dengan masing-masing kata saya rasakan sangat berat di dada, bahkan terasa lebih nyeri. Saya merasa bebas. Hati saya merasa suci dan akhirnya saya kembali pada Sang Pencipta.

Pada hari itu, ketika saya menolehkan wajah ke para jemaah yang menunggu di belakang saya ketika saya di depan imam mengulangi kata-kata syahadat, saya telah menyadari kenapa saya mengalami perjalanan pertama. Allah ingin menyiapkan saya. Dia menyiapkan jiwa dan hati saya untuk melepaskan kehidupan lama saya, teman-teman lama, barang-barang, bahkan keluarga saya.
Dan ketika Allah mengosongkan tangan kita, bukan berarti untuk mengambil tetapi untuk mengisinya dengan hadiah yang lebih besar. Yang saya dapatkan jauh lebih besar daripada keluarga, jauh lebih besar daripada hadiah dan lebih daripada barang-barang atau materi kekayaan yang tak pernah saya bayangkan; hati saya akan melalui perjalanan yang paling besar yang pernah ada: Hijrah pada Allah.

Sekarang saya tahu mengapa saya mengalami hari-hari gelap itu selama perjalanan pertama saya. Kenapa saya harus memberikan semua yang saya miliki, termasuk keluarga saya. Allah ingin menunjukkan pada saya bahwa ada yang jauh lebih hebat dan kehidupan lebih terhormat setelah perjalanan sementara di bumi ini. Saya bisa melihatnya dengan sangat jelas dan ini luar biasa!

Segalanya memiliki makna yang baru sejak hari di mana saya mendeklarasikan syahadat. Saya mengubah jalan saya, hidup saya dan memulai sekali lagi.

Saya merindukan keluarga saya, teman-teman saya, kota saya, pekerjaan saya, bahkan sepasang celana jeans tua saya yang saya tinggalkan di laci terakhir kamar tidur saya (duh!).
Tapi sejak menerima Islam 14 tahun lalu, saya menjadi sadar pada tujuan hidup. Sekarang saya melihat segala sesuatunya di sekitar saya dengan mata yang berbeda, saya menghargai hal kecil yang saya miliki dan menemukan kebahagiaan pada hal-hal kecil. Saya mengerti Allah memiliki rencana untuk kita semua dan semuanya terjadi untuk sebuah alasan.

Saya merasa diridhai dan dalam kedamaian.

Wa 'alaykum assalam wa Rahmatullahi Wa Barakatuhu,

Ayesha

===

artikel aslinya ada pada : My Hijra To Allah (klik!)
dan jika Anda memiliki akun twitter, sila follow @AyeshaLucarelli 
kalau mau follow @retnodn juga disilakan :) 
Hhehe...

Fatih Seferagic

Siapa tau dia?
Hafidz Quran berusia.. hm.. ga tau berapa, tapi tahun 2013 ini masih teenager lah. Subhanallah...

Tertarik ngebahas tentang dia saat ini, karena siang tadi aku baru tau kalau Justin Bieber ulang tahun dan ada sebuah situs yang membanding2kan Justin Bieber dengan Hafidz ini.
I was born in Germany, moved to the states at the age of 4. I completed my Hifdh in Baltimore at ISB hifdh program. I currently live in Houston, TX.
Padahal mungkin pergaulan di negeri minoritas muslim itu lebih sulit ya dari Indonesia yang menganut kebebasan beragama, tapi dirinya itu... ketaatannya pada Agama Islam patut banget diacungi 4 jempol 2 kaki 2 tangan!

Yang lebih bikin kagum lagi, beliau ini memanfaatkan teknologi internet untuk menyebarkan ilmunya. Ya! Fatih Seferagic membuka kelas untuk belajar dan menghapal AlQuran khusus untuk yang tinggal di USA melalui Skype. Keren keren kereeeeen banget menurutku. InsyaAllah ilmunya bermanfaat dan berberkah.
*Quran Classes*
Only have 2 more spots available! Want to learn how to read the Quran? Do you already know how and just want to memorize? Do you have children who you want to know how to read or memorize the Quran?
My classes are one on one private Quran classes that are held over Skype. The classes are 4 days a week, up to an hour a day one on one time!

The classes are strictly for people residing in the USA. Please don't email me from anywhere else, no exceptions.

If you're interested in the classes email me at fatihsquranclasses@yahoo.com
 Bacaan Qur'annya? Jangan ditanya! So pasti keren banget. Bayangin deh suara romantisnya Christian Bautista, tapi mendendangkan ayat suci Alquran. Ya mirip2 gitu lah.
Bisa didownload sample suaranya di sini:
http://mp3take.com/mp3/fatih_seferagic.html

Kalo suka, baca juga iklan yang Fatih Seferagic pasang di facebook-nya ini:


Hm... aku jadi semangat nih buat menuntut ilmu dan menyebarkannya. Hoho... kudu banyak2 belajar.
Kayak Ust. Felix yang membaca untuk menulis, kayak Fatih Seferagic yang menghafal Quran dan mengajarkannya... kalau aku belum bisa seperti mereka, aku akan... menempati posisi perantara, mungkin :) aku kan pengen juga terlibat dalam kemajuan dan perkembangan Islam di muka bumi. InsyaAllah, aamiin..

Melihat orang-orang bule seperti Fatih Seferagic dan owner akun twitter @ItalianMuslimah, berasa kayak mimpi pergi ke zaman dulu saat Islam masih sangat berjaya di Cordova. Seluruh dunia tau kekuatan Islam, kedamaiannya, kebenarannya... dan lain-lainnya lah di mana Islam merupakan agama dan gaya hidup bergengsi pada masa itu.

Al-Layl (malam)

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.

Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.

Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).  

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

(QS. Al-Layl) 

Search This Blog