Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Review Webtoon Young Mom

Halo pembaca...

Hari ini 26 April 2020. Alhamdulillah kemarin sudah resmi usiaku bertambah satu. Rasanya seperti sudah banyak banget pengalaman hidup selama empat tahun terakhir. Sudah lama sekalii..... masa-masa tenang dalam hidupku seperti "berakhir".

Tahun ini anakku berusia 2 tahun, lagi lucu-lucunya.. kyaaaa... :D
Berarti 2 tahun lalu itu puncaknya... puncak "lubang terdalam" dalam hidup aku. wkwkwk... segala depresi sudah mentok di sana, dan saatnya merangkak naik. Hingga hari ini, 2 tahun setelah itu.

Alhamdulillah Allah karuniakan dua lelaki baru dalam hidup aku. Dalam setahun terakhir, suka merasa gak percaya kalau ini beneran nyata. hhaha... rasanya dua orang itu, asing, tapi mereka anakku, suamiku... which is sebelumnya aku kira aku akan sendirian dan entah bagaimana kedepan menghadapi hidup. Ternyata mereka ada, mereka membersamai setiap langkahku. Bisa dibilang mereka adalah wujud keajaiban semesta.

Dah, dua tahun yang lalu juga aku mulai baca webtoon Young Mom karena isinya yang mirip-mirip lah dengan kisah hidup aku. wkwk... kalo di webtoon ini diceritain si ceweknya hamil di luar nikah dan membesarkan anaknya seorang diri sih, cewek itu pun programmer :D bukannya aku hamil di luar nikah -_- tapi setelah melahirkan aku pergi dong dari rumah dan membesarkan anak seorang diri. *nggak deng, sama ibu bapak juga T_T

Mungkin karena ada persamaan nasib kali yah, jadi apapun yang diceritakan, tiap scene-nya, itu menyentuh banget buat aku T_T bahkan sekarang udah tamat, ceritanya bikin sedih, mewek termehek-mehek... bukan lagi soal cinta pada pasangan yang udah kelaut, tapi cinta pada seorang anak.. benar-benar dalem banget. apalagi untuk single parent. Rasanya nggak mau waktu berjalan secepat itu.

Kita benar-benar melewati hari itu, mengajari anak, memasak untuknya, bangun tengah malam buat memenuhi kebutuhannya, memastikan pakaiannya selalu bersih, menghapus air matanya ketika menangis.. sungguh mengharukan ketika pada akhirnya anak itu mengerti.. sudah bisa bilang terima kasih, bilang "aku sayang ibu" dengan caranya sendiri, mendoakan kita setelah selesai shalat, dan bahkan.. membantu meringankan pekerjaan. Sampai pada akhirnya..

Kita akan sendiri lagi.

Anak itu sudah menjalani kehidupannya sendiri. Pada akhirnya kita memang terlahir sendiri dan akan pergi sendirian. Kita memang harus mempersiapkan ini pada anak, agar ia mampu mengurus dirinya sendiri meski tanpa kita di sisinya. T_T

duh terharu banget...
emang baper banget abis baca webtoon itu. sok lah, yang belum baca... gak nyesel deh. wkwk...

Menghafal Quran (2)


Dua tahun lalu, aku pernah posting Metode Menghafal Quran. Bahkan nyaris lupa pernah posting itu. Namanya juga mood, suka naik turun. Tak terkecuali mood aku dalam menghafal. Atas jalan yang pernah terabaikan ~

Qadarullah bertemu dengan seseorang di Instagram gegara salah sambung. Gak disangka ternyata Allah punya rencana indah karena mempertemukan aku dengan dia. Namanya Nurlies, seumuran denganku, dan dia ngajakin aku menghafal qur'an 1 day 1 ayat yang disetor via Whatsapp.

Setor satu ayat, lalu terjemahkan pulak ayat itu per kata. Sebelum setor via pesan audio whatsapp, aku rekam dulu suaraku, biar yakin kalau bacaanku sudah benar. Alhamdulillah cara seperti ini bisa membuat hafalan tahan lebih lama.

Setelah dipraktekkan beberapa hari, ternyata mudah, yang sulit itu istiqomah menghafalnya setiap hari. inget yaa.... i-s-t-i-q-o-m-a-h.

Beberapa hari yang lalu kita ketemuan di Masjid Ukhuwah Islamiyah bersama dua temannya yang masih imut-imuut. hhehe... masih 19 tahun tapi luar biasa banget ilmunya. Pokoknya Nurlies dan teman-temannya sudah sangat mengakrabi Al-Quran dan berada di antara mereka bikin aku merasa kayak remah-remah ciki.
*ini gak harus disampaikan sih, tapi sangat emosional kalau inget kejadian itu yang bikin aku minderrr banget. "Retno, Qur'an kamu mana?" kagak bawa, gaes. Sedangkan mereka selalu membawanya ke mana-mana.

Balik ke cerita. Kita ketemuan di Masjid UI dan Nurlies memberikan wejangan untuk menghafal qur'an. Kucatat biar tak lupa, dan mungkin juga akan bermanfaat buat kalian yang masih belum mantap untuk menghafal 30 juz Qur'an.

  1. NIAT. Jika niat sudah tertanam, selanjutnya bedo'a sama Allah, minta supaya Allah izinkan kita untuk menghafal kalam-Nya.
  2. Dalam menghafal Qur'an, targetnya adalah bukan hafal 30 juz, tapi bagaimana kita bisa muroja'ah (mengulang hafalan) terus setiap hari. Bukannya sudah hafal lalu ditinggal.
  3. Yang terpenting dalam menghafal qur'an bukanlah karena kita bisa menghafalnya, tapi adalah ridho Allah. Kalo Allah ridho, insyaAllah akan mengalir keberkahan-Nya. Bisa menghafal lebih cepat dan membacanya dengan tartil, misalnya. 
  4. Jangan sombong. Jangan mentang-mentang sudah hafal suatu surat, lantas menganggap remeh. "ah surat ini, gampanggg...". Hati-hati. Allah yang ngasih hafalan itu untuk kita ingat, Allah juga yang berhak mencabut hafalan itu. Tetap rendah hati dan terus muroja'ah.
  5. Jangan juga merasa PD bisa menyelesaikan satu ayat kalau bacaannya masih terbata-bata. Lekas liat al-qur'annya. karena esensi menghafal adalah mengulangnya berkali-kali. akrabkan lisan pada setiap kata. Semakin banyak mengulang, semakin ingat, semakin banyak pahala.
  6. Pahami maknanya. Kalau bisa, tau artinya per kata. 
Itu saja yang bisa aku simpulkan dari pertemuan kami. Mengutip ceramahnya ustadz Nouman Ali Khan, "put your effort, and Allah gave His barakah". 

---

Orang-orang berlalu lalang. Datang untuk singgah sebentar, lalu pergi. Di antaranya ada sebuah pertemuan singkat yang menjadi awal dari pertemuan-pertemuan selanjutnya. Semoga Allah selalu jaga ukhuwah kita sampai di surga-Nya kelak.

Generasi yang Baru

Sudah tiba di akhir bulan, dan kita melewatkan banyak cerita menarik yang bisa ditulis di sini. Salah satu yang paling menarik adalah ketika gw dan gank DTK48 tampil di istora senayan. Menarik, karena emang gw udah lama banget gak ikut event semacam ini. Hhihi...

Kami didandanin macam wanita udzur untuk nge-dance. Tema tarian kita ni D'New Generation, yang mana wanita udzur yang biasanya ngurus rumah pun sudah melek teknologi. Ada Be-ol (becak online kayak gojek) yang bisa dipake kepasar, tukang sayur yang nge-DJ dan wanitaa udzur dengan iPad. Mau tau gimana serunya? Nih videonya...



Dari team lain itu didandanin cantik-cantik kayak bidadari, team kita doang nih yang didandani tua. wkwkwk.... harusnya menang, tapi kita dikalahkan sama team lain yang ternyata lebih kece. Baek-baek tuh juri, kualat loh sama orang tua! :))
Buat menghibur diri, mas Karel bilang, "kalian tetap juara di hati kami," :))

Baru setelah perform, kita foto bareng dulu sama pak Budi...


Dari acara ini, jadi banyak ketemu sama temen baru. Kerja di perusahaan yang sama, tapi sebelumnya belum pernah ketemu. Sekalinya ketemu, cuek-cuekan karena emang gak kenal. Sekarang udah nggak gitu, pokoknya kalo ketemu harus saling sapa, walopun lupa namanya. *maksaa :D

Andromeda Dalam Kartu Pos

Pulang kerja hari ini surprise banget karena di kamar gw, di atas meja, sudah tergeletak selembar kartu pos! Hari gini gitu loh.... siapa sih yang masih ngirim-ngirim surat via pos? Hhihi... udah jarang banget kaaann....

Dan gw senaaangss... terlebih karena yang ngirim kartu pos adalah Rhein Fathia, penulis novel Jadian 6 Bulan, yang waktu jaman gw sekolah novel itu nge-hits banget sering berpindah tangan. Biasa lah, banyak yang pinjem. Hhaha...

Novel: Jadian 6 Bulan
Melalui novel itu, gw kenal dengan sosok Andromeda. Nama aslinya sih Wahyu, cuma karena Tiara yang senang astronomi suka sama Kak Wahyu, jadi dijuluki Andromeda. Gw juga suka sih sama Andromeda, soalnya si penulis menggambarkan sosok itu tuh "sempurna" buat ukuran anak SMA.

Pas banget sekitar bulan lalu, Rhein mau ngirim-ngirim kartu pos untuk orang terpilih yang bertanya tentang apapun, yang Rhein tertarik untuk menjawabnya. Gw jadi flash-back gitu... inget novel pertamanya yang gw baca, Jadian 6 Bulan.

Gw penasaran aja, sepuluh tahun telah berlalu sejak diterbitkannya novel itu. Lalu, bagaimana nasib Andromeda sekarang? Di akhir novelnya belum diceritain. Maka lewat kartu pos ini lah jawabannya tertulis.

Andromeda dalam kartu pos

Hm... baiklah, karena kata penulisnya "imajinasi bukan hanya milik penulis tapi juga pembaca", maka gw akan membuat ending sendiri tentang Andromeda. Tiara sama Rio nggak gw ceritain karena dalam imajinasi gw, mereka berdua sudah hidup bahagia bersama.

Andromeda telah menjadi seorang programmer kece. Dia bekerja sendiri, bukan untuk perusahaan manapun karena ia tidak suka bekerja di bawah request-an client yang aneh-aneh. Dia membuat aplikasi pembelajaran canggih untuk anak-anak yang dibinanya dalam kelas mendongeng.

Andromeda juga memiliki dua anak asuh, kakak beradik, lelaki dan perempuan, yang yatim. Lambat laun, setelah 18 tahun kemudian, anak asuhnya yang perempuan memiliki perasaan terpendam pada Andromeda. Pun sebaliknya. Karena jarak usia mereka yang cukup jauh, sekitar 15 tahun, maka masing-masing berusaha menyimpan perasaannya baik-baik. Hingga akhirnya Andromeda menikah dengan sahabatnya sendiri dan anak asuhnya yang telah sukses itu pun mendapat pekerjaan bagus di luar negeri dan tidak kembali lagi. Merelakan begitu saja, seperti daun yang jatuh tak pernah membenci angin.

Oh well yeah, itu memang gw jiplak dari novelnya Tere Liye yang berjudul "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin". Wkwkwk... udah pernah gw tulis juga review-nya di sini, kisah cinta paling nyesek.

Efek Drakor: I Can Hear Your Voice

Park Soo Ha, semasa kecil mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkannya memiliki kemampuan khusus, mendengar suara hati orang lain. Dengan kemampuan ini, dia bekerjasama dengan seorang pengacara untuk mengungkap banyak kasus kejahatan. Pekerjaan di meja hijau jadi lebih mudah dan cepat untuk diselesaikan, karena Park Soo Ha telah mengetahui apakah terdakwa benar-benar bersalah atau tidak.

Cara pengacara di drakor ini, untuk mengungkap berbagai kasus, keren banget. Misalnya kalau ada seseorang yang ditanyai pendapat tentang sesuatu, lalu langsung menjawab begini begitu, biasanya hal yang diungkapkan adalah sesuatu yang tidak biasa atau yang paling menarik minatnya lebih dulu.

detektif: "saya sedang mencari orang asing yang datang ke sini kemarin malam. Benar ada orang yang datang, kan?"
penjaga toko: "ya, benar."
detektif: "bagaimana tangan orang tersebut?"
penjaga toko: "hmm... biasa saja, tidak ada yang aneh dengan tangannya."

Dari percakapan itu, tersirat bahwa memang benar ada yang aneh dengan tangannya. Padahal orang yang dimaksud menggunakan tangan palsu. Orang normal akan menjawab, "tangannya kasar, sebesar ini, jarinya gendut..." dsb.

Gue lumayan terpengaruh sama cerita ini. Hhehe...  Jadi ketika gue keluar kantor kemarin sore, dalam perjalanan pulang menuju Penvil, gw lihat ada seorang lelaki dipinggir jalan yang duduk di atas motornya. Gue lagi menikmati udara sore menjelang maghrib, tetiba berasa diliatin, jadi gw liatin balik. Lelaki itu menunduk. Di balik helm yang dia pakai, gw bisa lihat dia tersenyum.

Hey, orang biasa, kalo gw liatin balik biasanya tersenyum sambil menganggukkan kepala atau (kalo yang udah kenal) malah menyapa, "pulang, mbak?"
Kalo seandainya dia tukang ojek, bisa jadi malah menawarkan jasanya. "ojek, mbak?"
Kalo cowok itu emang jaim dan nggak kenal gw, biasanya pura-pura lihat ke arah lain.

Kalo dia malah nunduk dan senyum setelah gue liatin balik, kemungkinan besar ada yang ingin dia sampaikan tapi gak bisa. Sesederhana sapaan, "hai," misalnya?

Cerita tentang Jin

Sejak awal tahun ini gw punya sedikit masalah dengan toilet. Khususnya di kantor. Bahkan gw gak yakin apa harus diekspos di sini. Tralala lalala banget soalnya. Oke, gw rahasiain aja yak riwayat kerja gw. Hhihiyy..

Ah gw skip ajalah kejadian itu. Langsung aja, kata pak ustadz... manusia itu secara default gak bisa melihat sesosok sosok tralala. If you know what I mean. Kalau sampe bisa melihat, berarti dia sedang diganggu jin. Karena cuma jin yang bisa melihat jin.

Bagaimana dengan anak indigo? Sesungguhnya mungkin itu jin turunan dari orang tuanya atau sesepuhnya yg pernah menganut ilmu, atau bersekutu dengan jin, atau emang memanggil jin...

Solusinya... ruqyah.
Ruqyah pun terbagi dua: ruqyah syirkiyah dan ruqyah syar'iyah. Ruqyah syirkiyah yg mengandung cara2 syirik, yg ga dianjurkan Rasulullah. Sedangkan ruqyah syar'iyah dilakukan dengan cara2 yg dibenarkan dalam Islam. Wallahualam.

Nasehat pak ustadz sih, jangan lupa tiap masuk toilet baca doa dulu. Baca doanya di luar toilet yak, sebelum masuk. Jangan di dalem toiletnya. Itu akan melindungi kita dari gangguan syaitan. Jika melepas pakaian pun jangan langsung lepas. Baca basmalah dulu agar menjadi hijab antara manusia dan jin.

Karena jin selalu bisa melihat manusia, sedangkan manusia ga bisa melihat jin. Dan jin pun bisa jatuh cinta dengan manusia. Salah satu efeknya, sulit untuk menikah. Ada aja alesannya. Atau kalau yang sudah menikah, jin bisa menyamar jadi pasangannya. Ewh.

Yo gaess, jangan lupa berdoa yak.

Cara menggunakan local data simpati

Seminggu lalu, ada hal yang mengharusnya saya untuk online secepatnya. Padahal tanggal kadaluarsa belum habis, tapi paket datanya sudah. Baiklah, karena butuh cepat, akhirnya saya mengaktifkan paket internet 2GB simpati, yang terbagi menjadi: 500MB flash, 1.5GB local data. Sekarang paket flash sudah habis dan paket local data tidak bisa digunakan. What's wrong ieu??

Setelah googling, ternyata local data dari simpati itu hanya bisa digunakan di tempat kita melakukan aktivasi. Mikir sebentar, bukannya kartu ini diaktifkan di rumah saya ya? Harusnya bisa dooong...
Tetapi bisa jadi, yang dimaksud adalah tempat dimana kita aktifkan paket data ini. Omoo.. JOGJA! Seminggu lalu saya ada di Jogja ketika mengaktifkan paket internet 2GB. Aaaarghhh..... la suramos el kamfretos! -_-)"

Ego

Tadi gw nonton lagi film Marmut Merah Jambu yang diangkat dari novel yang sama oleh Raditya Dika. Ada adegan ketika Dika bilang ke Cindy, "Lo cuma mau melakukan apa yang lo inginkan, dan lo gak menghargai apa yang orang lain inginkan juga."

Kok gw berasa jleb banget gitu ya?

Karena kadang-kadang gw ngerasa egois, melakukan sesuatu yang membuat gw senang tanpa peduli keinginan dan kebutuhan orang lain di sekitar gw. Ah~ doain aja ya, biar gw bisa menuju perubahan yang lebih baik.

Gak lama kemudian, gw nerima email blast dari website kuis-kuisan. Ada kuis how old do people think you are. Iseng-iseng gw coba, dan hasilnyaaa.....

People think that you are

23 years old.

You just love life and are always looking for new experiences or challenges. Your life seems to be on track and you still can't quite believe how much you love your newfound freedom and independence. What you'd liek most is to travel the world and sicover new people and cultures, but you know that a little sacrifice now will bring all sorts of rewards later on.

PAS banget! Hhaha....
Usia gw sekarang emang segitu dan masih demen banget mencoba hal yang baru tanpa keluar track.. pengen berpetualang, mencoba ini dan itu. Ntar ya, kalo udah capek baru berhenti. Kayak Hanum Rais di novelnya 99 Cahaya di Langit Eropa, balik lagi ke titik awal.

Maapin aku yaa... siapa tau dear readers ada yang pernah ngerasa di-egois-in sama aku :(
doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.
doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.
doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.

doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.
doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.

doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.

beneran loh doain.

Islamic Book Fair (IBF) 2015

IBF 2015 diselenggarakan pada 27 Februari hingga 8 Maret 2015, pembukaannya diresmikan oleh Bpk. Anies Baswedan.

Tadinya gw mau ke sana tanggal 7 atau 8 Maret, tapi karena kemaren sore bengong aja nggak ada kerjaan, Nuy ngajak gw ke sana. Yey! Pas banget siangnya Suci juga lagi ngasih bimbingan skripsi di perpus UI, jadi sorenya gw ajak sekalian ke IBF.

Gw dan Suci sampai duluan di stasiun Sudirman, Nuy belakangan gegara nunggu Deborah gak muncul2. Sambil nunggu Nuy, gw dan Suci mampir dulu ke sevel. Sebenernya ada kejadian kocak di sini, tapi skip aja lah yaaa.. hhaha... *sesuka lo deh Ret*

Kelar Solat Ashar, Nuy tiba di stasiun Sudirman. Kita bertiga naik kopaja 19 ke Senayan. Baru hari kedua IBF kali ya, jadi nggak gitu rame. Tahun lalu gw dateng pas di hari terakhir event sama Suci, jauh lebih rame dari ini. Mungkin karena ada abang Greg Blondin yang mirip boyband tahun 90-an itu? :))

Stressful Life

Heyy... baru seminggu di tempat baru, udah kangen aja sama yang lama. Mungkin karena gw emang tipe setia dan susah move on. Hhahaha...

Kemaren sumpah bete banget gue jadi korban kemacetan ibukota. Eneeg! Mau pulang aja susah banget... ke mana2 macet, sampe gw naik bus ke stasiun Tebet dan makan waktu satu jam. Gw pulang jam 6 sore, jadi sampe Tebet jam 7. Belom solat maghrib T___T

Akhirnya pikiran gw jadi ke mana-mana... aah.. gw belom punya temen seperjuangan di sini, dan gw kangen sama temen-temen. Hiks hikss... gak pernah separah ini sebelumnya, karena klo pulangnya rese, biasanya ada Suci yang nemenin. Life would be so much easier when she stand by me. Hhuhu... *La Suramos el Kampfretos...

Di jalan gw sms suci, naik bus yang ke Tebet. Tapi mau solat dulu, busnya lama banget jalannya. Gw berasa sangaaaaat telat.

Selesai solat, gw terharu banget ternyata suci nungguin di stasiun. Hiks hikss... Yaa allah, baik banget siii... baik banget Allah ngasih rejeki, seorang sahabat yang so sweet, muslimah tangguh yang membuat bidadari surga cemburu. *eaaa padahal gw sering bandel banget, kalo berdoa sering maksa. Hhuhu...

Dan ketika gw ngeliat Suci, udah ga terbendung lagi air mata gw. Hhaha... ci, di tempat baru gak ada uci... tapi kalo di tempat lama juga, kita ga bisa selamanya bersama kan? Salah satu dari kita pasti ada yang move on duluan. Gw gak sanggup ditinggalin..

Emang kerja di Jakarta tuh sama-sama sama ya... macet, dan gak jauh dari coding. Lelah hati ini mas, nikahin aku aja lah... biar aku yang didik anak2 kita. Wkwkwk... *aposeh

Sabar dulu aja deeeh... kerja mencari nafkah kan juga jihad. Kerja fi sabilillah, insyaAllah berkah.

"Kadang kalo lewat, gw suka mau goyang2in kursi lo, tapi gw cepet sadar kalo yang duduk di situ bukan lo lagi."

Ah kursikuuu... kelak nanti kan kubuat kursi ini secantik dulu, meski tanpa pemandangan langit biru.

Aku Tak Suka Novel Itu!

Jum'at sore selepas jam kantor, sambil menunggu maghrib gw dan teman-teman kantor ngerumpi di lobi. Ashar tadi Ela datang ke kantor, ngasih kue (dia jadi pinter masak sejak nikah) dan mengembalikan buku Suci.

Salah satu buku itu adalah karangan Tere Liye yang berjudul "Rembulan Tenggelam di Wajahmu". Tebal novelnya sekitar 500 halaman, cover-nya didominasi warna jingga dan sinopsisnya tentang kehilangan. Gw gak meragukan deh klo novelnya Tere Liye pasti berkualitas. Klik banget di gue. Hehe... tapi, tentang kehilangan?

Gw: "Novel lo yang Sunset Bersama Rosie aja belom gw baca semua Ci."
Suci : "Kenapa? Udah tau ya akhirnya gimana?"
Gw: "Nggak, gw sebel sama ceritanya. Gak sukaaa."

Fyi, gw udah pernah buat review novelnya di sini (klik). Novel dengan cerita paling reseh yang pernah gw baca! Memaknai rasa cinta dengan cara yang beda. Hiks... rasanya pengen gw jitak bang Tere, bisa-bisanya nulis cerita cinta se-sadis itu.

*eh ampun bang!

Tetiba Bu Farah, Mamih kita yang cantik itu, lewat.
Dia bilang, "loh kenapa lu gak suka?"
Gw jawab, "ceritanya reseh bu."
"Terserah penulisnya dong mau nulis cerita kayak gimana... yaudah ya, duluaan..."

Gw kayak terhenyak gitu sama jawaban singkat bu Farah yang kesannya sekedar numpang lewat. Emang bener sih, terserah penulisnya mau nulis apa. Nasib pembaca, nikmatin aja  apapun yang diceritakan sama si penulis.

Termasuk harus legowo juga sama cerita di Lauhul Mahfuz yang sudah ditulis sama penulisnya Yang Maha Sempurna, Allah. Yakin aja, ada hikmah dari setiap kejadian.

Train your mind to see the good in everything, even at the toughest of times. Positivity is a choice. The happiness in your life depends on the quality of your thoughts. - Dr.Bilal Philips

Berpaling Ke Novel

Yeah akhirnya ada sesuatu yang bisa ditulis lagi.
Jam 10 malam ini gw baru pulang. Dari kantor sih jam 5 sore, abis tu mampir ke Detos. Gw dan Suci mau belanja buku, semacam ritual abis gajian. LOL. Rakay sempat berpesan, "bilangin ya sama kampus tercinta, dapet salam dari Rakay." dan gw benar-benar berbisik saat commuter line yang gw tumpangi itu melintas di stasiun UI.


Suci nyuruh gw jalan duluan ke Detos, dia masih ada kerjaan di kantor. Ntar dia nyusul ke mushala Detos kalo segala sesuatunya udah beres. Selesai sholat, Suci belum juga datang. Jadi gw smsan sama Riva via whatsapp. Ingat Riva kan? Temen gw yang paling cantik di Gen (iyalah ceweknya cuma berdua doang di sana. hhaha..). Gw kangeeen banget sama Riva. Setidaknya waktu masih ada dia di samping gw, gw jadi nggak kudet banget sama apa-apa aja yang lagi nge-hits. Kali ini gw dan Riva ngomongin tentang... cowok! LOL dan gw jadi galau... padahal seharusnya kan Riva yang galau. Kok jadi gueh? wkwkwk..
One day, Va.. we'll meet again soon. :)


Dan ketika Suci datang, kita langsung pesen makanan favorit; Steak Moon-moon. Kami membicarakan banyak hal. Ini-itu... kejadian akhir-akhir ini yang begitu menguras emosi, tapi gw berusaha tetap cool. Ketika bersama Suci, gw jadi numpahin semua emosi yang gw pendam, yang sekarang jadi jerawat di pipi :)) Alhamdulillah gw lega banget, paling nggak gw punya teman yang bisa diajak untuk berbagi cerita~

Galau gw masih berlanjut. Abstrak banget emosi yang lagi gw rasain. Gak tau cemburu atau berusaha meraih sesuatu yang jauh banget atau ingin membawa sesuatu bersama dengan kepergian gw tapi gw nggak yakin bisa? Abstrak. Akhirnya di toko buku gw cuma muter-muter di bagian novel. Kayak mau meracuni diri gw sendiri dengan novel-novel roman... tapi gw tetap berfikir rasional; pilihlah novel yang penulisnya mengedepankan aqidah dan akhlak dalam mencintai seseorang. Gw pilih novelnya Darwis Tere Liye.

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Sebenarnya gw tau ini novel ceritanya nyesek banget, udah diceritain sama Suci. Gw tetap nekat mau mengambil novel yang itu. Soalnya kalo nggak ada, gw pengen baca. Tapi giliran di depan mata, takut bacanya. Takut kalo kejadian itu menimpa diri gw. Amit-amit yaa Allah...

Buku lainnya yang gw ambil adalah Sepotong Hati Yang Baru, buat gw yang susah move on tapi kekeuh mau move on. Siapa tau gw dapet pencerahan yang gimana... gitu. Hehehe... ini novel terusan "Berjuta Rasanya".
Gw juga masih berburu buku Cinta Pada Pandangan Pertama. Itu buku terjemahan yang judul aslinya "Statistical Probability of Love at First Sight". Gw punya sih e-booknya yang pake bahasa inggris. waaah... pegel bahasanya nyastra banget.. biasa baca e-book tekhnik soalnya. hhaha..
Gw sempat kesal juga kenapa buku itu nggak ada di mana-mana... kenapa buku The Fault in Our Star malah banyak tersebar dan bahkan ada di rak buku laris. Hhhh~ tuh kan gw jadi nyesel, kalo tau bukunya langka gitu, kenapa waktu dapat hadiah novel gw nggak milih Cinta Pada Pandangan Pertama aja dari pada The Fault in Our Star?? *eaaaaa

Mata gw masih mencari novel-novel yang sekiranya memenuhi emosi abstrak yang gw rasain ini. Totto-chan? Kayaknya bukan... lagi gak mood baca buku gituan. Gw masih mencari-cari novel roman lainnya. Nggak ada! Apapun lah, nggak ada yang cocok sama emosi abstrak gw. "Berhenti, Ret. Berhenti.... lu cuma berusaha meracuni diri lu sendiri dengan cerita roman picisan. Tuh buku The Great Story of Muhammad belom tamat. Buku 101 Story of Sahabah juga belom dibaca. Malah baca buku gituan lagi.. ckckck..." hati gw berbisik lirih.
Pernah ada yang bilang ke gw, supaya gw lebih dewasa, gw harus punya pacar. Gw menyesal mengikuti sarannya karena itu nggak mengubah apapun, nggak menghasilkan apapun kecuali sakit hati. Kayak lagunya Backstreet Boys, "Ain't nothing but a heartache... Ain't nothing but a mistake..."
Bullshit lah yaa... karena justru gw merasakan bisa berpikir lebih dewasa ketika membaca novel ber-genre young adult ditambah artikel-artikel psikologis. Jika nanti tiba saatnya gw bersama "seseorang", jadi lebih bisa ngertiin dia deh.. Aamiiin....

Jadi gw melihat sebuah buku lama, karangan Raditya Dika. Itu mengingatkan gw pada serial Lupus kecil. Dulu gw sering banget baca novel itu berkali-kali sampe bukunya rombeng. Thank God, ternyata masih ada penerus Hilman dan Boim >> Abang Raditya Dika! Well, meskipun gw lebih suka bahasa yang di buku Lupus sih.. jadi gw ambil satu.

Hari ini gw sama sekali nggak mampir ke rak hobi. Lagi nggak mood liat tutorial kerajinan tangan, buku masak memasak, seri pengetahuan alam, psikologi... apalagi buku komputer! Big No.

Novels are for people who wish they were somewhere else.

Search This Blog