Hai, kembali lagi bersama Retno di sini. Malam ini gw mau cerita sejujur-jujurnya tanpa disponsori pihak mana pun, pengalaman gw yang baru pertama kalinya belanja di Zalora.co.id
Zalora, Asia's online fashion destination, adiknya Lazada, yang iklannya cukup gencar di berbagai media. Situsnya terlihat elegan dan sangat profesional, mungkin karena gambar produknya yang kelihatan bagus banget. Awalnya iseng buka-buka situs fashion itu,
mencari sepasang sepatu impian.
*yaelah masih aja*
 |
| Zalora : Asia's online fashion destination |
Pernah baca beberapa testimoni dari orang-orang, yang kalau beli barang wearable secara online, barang sama gambar yang dipajang di situsnya suka beda. Lebih jelek barang aslinya, daripada yang dipajang di web. Mending liat langsung.
*) Beda dengan e-commerce lainnya, gw pikir Zalora udah punya nama, iklan di mana-mana... gak mungkin kan dia mengecewakan pelanggan? Mau ditaro mana harga dirinya?? Kepercayaan konsumen itu priceless loh. Maka gw memberanikan diri order di situs itu.
Koleksi barang-barang fashion di Zalora emang bagus-bagus sih, gw suka. Hhehe... yaa walaupun Barang-barang di zalora kan harganya tinggi, beda banget klo beli di toko konvensional, padahal produknya sama. Gapapa lah, gw belum ada waktu lagi buat hunting ke toko. wkwkwk...
Langsung aja order tanpa mikir kalo zalora bisa aja menipu gw. Bisa aja zalora ternyata nggak seperti lazada, yang selama ini belum pernah mengecewakan gw. Kalo rejeki nggak akan kemana, kan udah bayar zakat tiap bulan.
tsaaaah~ yoi banget.. gw menyelesaikan proses transaksi, juga karena mengingat faktor yang telah gw sebutkan tadi.*
Waktu itu order hari sabtu, perkiraan barang datang 1-3 hari untuk wilayah Jakarta dan 2-6 hari untuk luar Jakarta. Hari Selasa, iseng gw cek orderan gw. Ternyata Zalora punya pihak ekspedisi pengiriman barangnya sendiri, ZDEX. Lah gw nge-cek resinya gimana? Gw pikir ZDEX itu semacam JNE, punya situs sendiri untuk pengecekan resi. Gw googling lah ZDEX itu. Ternyata.................
Laman yang keluar bukanlah situsnya ZDEX karena memang ZDEX lazada tidak memiliki situs untuk pengecekan resi. Bisa ditanyakan langsung via live-chat di website zalora. Tetapi yang muncul adalah tulisan-tulisan complain dari pelanggan yang kecewa dengan zalora.
Ada yang ketika transaksi selesai, tetapi order dibatalkan secara sepihak dan refund uangnya lamaaa banget. Ada yang barang berbulan-bulan baru nyampe. Ada yang bermasalah sama vouchernya. Ada juga yang ribet sama kurirnya, janjian buat COD, dll.... dan berbagai hal yang nggak mengenakkan lah. Zalora dituduh mentang-mentang ngasih pengiriman gratis, jadi seenaknya aja ngirim barang nggak dicek dulu.
Gw langsung hubungin customer service, minta dilacak barang gw udah sampe mana... soalnya keterangan di website zalora cuma "TERKIRIM". Nggak cukup puas sama status itu, tapi si CS bilang,
"tunggu aja mbak, kalo dalam estimasi waktu yang kita tentukan barang belum diterima, kami bantu melacak barangnya."
Sempat tanya-tanya sama temen sebelah kubikel,
"pernah order di zalora ga? kok banyak testimoni yang nggak menyenangkan gini sih?" dia jawab belum pernah.
"barang-barang kayak gitu sih lu beli aja di toko konvensional. Tuh ke Penvil, masa iya nggak dapet yang sreg?" wkwkwk... akooh udah nge-zing sama yang di zalora, kakak... :'))
Pulang kerja gw langsung tanya orang rumah, ternyata
barang persanan gw udah datang. Semuanya! Alhamdulillah... cepet banget dong ya. Barangnya juga bagus, sesuai harapan dan jatohnya nggak gitu mahal
karena lagi diskon dan dapat voucher 75000 dari pendaftaran newsletter. Voucher pun bisa digunakan tanpa hambatan.
Ternyata nggak seseram testimoni yang gw baca. Semoga tulisan ini bisa menjadi pertimbangan juga bagi calon pelanggan onlineshop. Thanks Zalora. Sukses terus, semoga makin laris dan membuat pelanggan tersenyum manis.
---
PS: Mbak Fath, orderan gw udah nyampeee.. uhuyy ^^