Showing posts with label curhat sebelum tidur. Show all posts
Showing posts with label curhat sebelum tidur. Show all posts

Ada "Firasat" Di Lantai Atas

Senin lalu, kantor atas ulang tahun yang pertama. Hm... dan eyke baru tau kalo ada beberapa penyanyi ibukota yang akan memeriahkan acara itu. Pasti seru.

Jadi siang itu ketika aku dan kawan-kawan sedang asik bekerja (yakin?) suara riuh dari lantai atas ikut menggema sampai tempatku yang berada tepat di bawahnya. Ah, kurasa mereka mengarahkan sound system ke lantai bawah, posisi nyungsep. Kenceng benerrr.... Mba Fath bilang, "acaranya sudah mau dimulai. Yuk liat."

Cek... cek.. cekson..

Kalo bukan Marcel yang ada di situ, aku gak akan ke atas. Wkwkwk... doi cek sound dengan membawakan lagu "firasat". Diiringi saksofon pulak... ah, jadi pengen nyengir. Romantis bingiiitss....  :)) emang deh, lagu yang dia bawakan enak didengar. :)

Setelah penampilan Marcel, panggung diisi oleh... sudahlah, lupakan saja. Hhaha... di situ kehebohan terjadi, didominasi kaum lelaki. Aku dan mba Fath turun lagi ke bawah. Nonton video streaming-nya aja.

Arti Nama Retno

Di luar negeri, nama Retno itu asing banget. Bahkan dulu rekan kerja gw yang orang India suka manggil gw "Ratno". Atau ketika gw memperkenalkan diri ke orang bule, dia agak ragu dan nanya balik, "is that your real name?" :))

Lalu gw harus menjelaskan bahwa nama Retno di Indonesia itu nge-hits banget. Asalnya dari Jawa, diambil dari bahasa sansekerta. Bahkan pertanyaan "apa sih arti nama Retno?" sudah umum ditanyakan sejak gw masih di MI (Madrasah Ibtidaiyah, setingkat SD).

Guru dan teman-teman suka nanya gitu dan gw bingung harus jawab apa. Praktisnya, kata orang tua gw arti nama Retno Dwi Ningsih itu "anak kedua yang lahir di pagi hari dengan penuh kasih." tapi gw gak yakin. Hhaha.... *plakk

Setelah gw jadi kekinian dan bisa leluasa eksis di dunia maya, browsing sana-sini, akhirnya gw mendapatkan arti nama Retno Dwi Ningsih seperti berikut:

RETNO = penglihatan.
DWI = kedua.
NINGSIH = kasih sayang.

Terjemah bebasnya (versi gw) mungkin begini:
  • Cenderung terlihat jutek pada pandangan pertama, tapi pada pandangan kedua jadi baik banget.
  • Anak kedua yang selalu melihat sesuatu dengan kasih sayang.
Belakangan ini gw menemukan arti yang berbeda pada nama Retno dari sansekerta. Asal katanya adalah "Ratna" yang berarti permata. Terjemah bebasnya (versi gw lagi) mungkin jadi begini:
  • Permata kedua dari ibu dan bapak yang penuh kasih sayang.
Yak, apapun arti nama gw, tetap ada kasih sayang di dalamnya dari kedua orang tua. Dih, jadi berasa narsis nih posting arti nama gw sendiri. Wkwkwk... tapi banyak, kan, wanita Indonesia yang punya nama Retno atau Ratna?

Nama ID gw di sosial media adalah retnodn. Bisa dipanjangin jadi Retno Dwi Ningsih atau pun nama website gw, retno(dot)net. Jadi gw iseng nyari nama retnoda sampe retnodz di Line. Hasilnya lumayan lengkap. Hhaha... apalagi kalo dicari di google, sudah cukup banyak orang bernama Retno yang ngeksis di internet, bahkan ada beberapa yang namanya sama banget kayak gw; Retno Dwi Ningsih.

Hari Batik Nasional

Kemaren gw ngantor pake batik, eh ternyata hari batik nasional jatuh pada hari ini. Tadinya mau pake batik lagi, tapi nggak jadi. Emang gak ada ide buat mix and match *halah.

IT berbatik di hari batik nasional

Meskipun gw gak pake batik di hari batik nasional, tapi gw sering ke kantor pake batik. Bisa jadi lebih sering pake batik daripada mereka yang berbatik di hari batik. Itu nggak mengurangi kecintaan gw pada batik, kok. *heh, alasan! :))

Kuncinya: Pasrah dan Yakin.


Udah pagi, kan ya... jam 00:57. Berarti, sudah ada yang menawarkan cerita baru dong? Kayak di puisinya Cinta AADC. *eaaa

Lepas maghrib tadi, gw udah ketiduran sampai jam 8. Jadi sekarang ga bisa tidur. Setelah tadi bermain dengan web design, sekarang gw mikirin sesuatu... lebih tepatnya tentang obrolan gw sama mba Fath, juga tentang meet up hari ini sama muslimah kece.

"Di situlah kedewasaan lu teruji. Ketika lu harus berusaha meyakinkan orang lain bahwa keputusan yang lu ambil memang yang terbaik." Kata Mba Fath. Kayak nancep banget suggestion-nya di sanubari gue.


Jadi gini, gue punya sebuah keinginan, mimpi yang ingin gue wujudkan jadi nyata. Sayangnya mimpi gw ini terlalu "aneh" buat keluarga, bahkan temen-temen gw. Beberapa temen langsung bilang gw childish. Ah gapapa, selama nggak bertentangan dengan syariat, gak masalah. Toh banyak cerita orang-orang hebat yang pernah dianggap aneh sebelumnya. Biasa, hari selalu lebih gelap saat menjelang pagi.

Pasrah dan yakinlah semua akan baik-baik saja, sebagaimana Allah janjikan bahwa manusia tidak akan menanggung beban diluar kesanggupannya. Dan saat ini, gw menunggu pagi. Menanti cerita baru yang akan mengubah hidup gw selamanya.

Andromeda Dalam Kartu Pos

Pulang kerja hari ini surprise banget karena di kamar gw, di atas meja, sudah tergeletak selembar kartu pos! Hari gini gitu loh.... siapa sih yang masih ngirim-ngirim surat via pos? Hhihi... udah jarang banget kaaann....

Dan gw senaaangss... terlebih karena yang ngirim kartu pos adalah Rhein Fathia, penulis novel Jadian 6 Bulan, yang waktu jaman gw sekolah novel itu nge-hits banget sering berpindah tangan. Biasa lah, banyak yang pinjem. Hhaha...

Novel: Jadian 6 Bulan
Melalui novel itu, gw kenal dengan sosok Andromeda. Nama aslinya sih Wahyu, cuma karena Tiara yang senang astronomi suka sama Kak Wahyu, jadi dijuluki Andromeda. Gw juga suka sih sama Andromeda, soalnya si penulis menggambarkan sosok itu tuh "sempurna" buat ukuran anak SMA.

Pas banget sekitar bulan lalu, Rhein mau ngirim-ngirim kartu pos untuk orang terpilih yang bertanya tentang apapun, yang Rhein tertarik untuk menjawabnya. Gw jadi flash-back gitu... inget novel pertamanya yang gw baca, Jadian 6 Bulan.

Gw penasaran aja, sepuluh tahun telah berlalu sejak diterbitkannya novel itu. Lalu, bagaimana nasib Andromeda sekarang? Di akhir novelnya belum diceritain. Maka lewat kartu pos ini lah jawabannya tertulis.

Andromeda dalam kartu pos

Hm... baiklah, karena kata penulisnya "imajinasi bukan hanya milik penulis tapi juga pembaca", maka gw akan membuat ending sendiri tentang Andromeda. Tiara sama Rio nggak gw ceritain karena dalam imajinasi gw, mereka berdua sudah hidup bahagia bersama.

Andromeda telah menjadi seorang programmer kece. Dia bekerja sendiri, bukan untuk perusahaan manapun karena ia tidak suka bekerja di bawah request-an client yang aneh-aneh. Dia membuat aplikasi pembelajaran canggih untuk anak-anak yang dibinanya dalam kelas mendongeng.

Andromeda juga memiliki dua anak asuh, kakak beradik, lelaki dan perempuan, yang yatim. Lambat laun, setelah 18 tahun kemudian, anak asuhnya yang perempuan memiliki perasaan terpendam pada Andromeda. Pun sebaliknya. Karena jarak usia mereka yang cukup jauh, sekitar 15 tahun, maka masing-masing berusaha menyimpan perasaannya baik-baik. Hingga akhirnya Andromeda menikah dengan sahabatnya sendiri dan anak asuhnya yang telah sukses itu pun mendapat pekerjaan bagus di luar negeri dan tidak kembali lagi. Merelakan begitu saja, seperti daun yang jatuh tak pernah membenci angin.

Oh well yeah, itu memang gw jiplak dari novelnya Tere Liye yang berjudul "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin". Wkwkwk... udah pernah gw tulis juga review-nya di sini, kisah cinta paling nyesek.

Bukber; A Joy of Ramadhan

Assalamu'alaykum, Guysss ~ (with triple S)

Retno is back, come home late again because of Bukber. See, OMG a week full of bukber. Bukber is stand for Buka Bersama. Means, break fasting together with your friends, family, relatives, etc. Even if you take iftaar just two with your friend, we can still call it Bukber; like I always do with Suci. ^_^

Last week with SucAE @ Bebek Dower, Pejaten Village.
Kita nggak makan sebanyak itu kok, piringnya aja yang kelihatan banyak.
Bukber usually held at the restaurant. We ate the dish, and then prayed maghrib. But I usually pray maghrib first, then looking for a restaurant. So eating can be more khusyuk. LOL.

After that, we chat, say hi, ask about each other, taking a picture together, then go home. That's all. It's such one of the blessings in Ramadan to keep the ukhuwah. We can do reunion also with friends of elementary, junior high, high school, college friends, and even just hanging out with co-workers.

@ Orphan House with co-workers
Yeah... in office, waiting for iftaar.

in the middle of the crowd, with junior high friends ~

close-up with Aisyah.
Canggih banget ini aplikasi filter fotonya. :p

With junior high friends, Session 2.

Trio Omo IT @ Andakar

Farewell kakak Billal, one of the Rantang Cinta team member.

Last friday bukber in Mushola Aldevco.
Actually I hate picture with plates, foods, glasses and anything.. looks wasteful, go on the spree and something like that lah.

I've seen bukber in middle eastern countries carried out in the mosque. That's great. Perhaps bukber with people they do not know. It was nice to build new relations. In Indonesia itself, some people also break their fast in the masjid, we usually call them PPT (Para Pencari Ta'jil) alias Ta'jil hunter. Hhaha... I do not know if bukber a la Indonesia also implemented in other countries?

And last but not least...
Alhamdulillah for these events, do not let bukber makes us neglect in sholat.
Keep sholat on time ;)

Finding a beloved future spouse

Assalamu'alaykum guyss ...

The last ten days of Ramadan, this week Retno home late continously because there is bukber event. What is bukber? Retno will explain it in the next post. Ah did not seem to be explained. But is fine to explain for my foreign blog visitor. Ya whatever lah.

Tonight I just come back from bukber Alumni Muhammadiyah.Temu kangen with the old school friends in junior high... yeaayy Thank God there are already some who are married. So, such of this question arises. "Retno, when is your marriage?"

Hm ... got no future husband yet, guys ... but I optimist, "end of this year or the next year. Aamiin .."

Elza continue the question, "You've got a future husband already?" *glek
Heyy!! Look at my eyes, Elza ... closer, deeper. "Of course! But do not know yet who he is. Hahahaha ... have a stronggg faith.."

Then this conversation going on between me and Aisyah, one of my best of the bestie in junioh high, in the middle of the hustle and bustle of town Cibinong night;

"I wonder what kind of a man can conquer your heart? LOL
"Since you are really mysterious, I never know the type of guy that you like. Daniel Radcliffe?"

Oh well ... hhaha ... Retno's first crush ever, Daniel. The Harry Potter. What the ~
"Hmm .... maybe I like a guy who looked like me. Retno's version guy."

Retno's version guy? Could he really exist?
Sure, there is. I found one of "him" anyway, but 'cz I'm a kind of annoying crazy fun person, so I fall in love with the same insane guy. How annoying! Bad news, that man too damn far faaarr away from me. Wkwkwk ... so, how could we choose the place to fall?

Ketika itu

Beberapa hari ini, gw agak kacau. Kalo malam semangat ngoding, siang males2an gak mood kurang fokus gitu. Ini kayaknya jam kerja gw harus ditukar. Wkwkwk...

Seperti sekarang ini nih. Udah lewat tengah malam, masih aja kepikiran. Ya klo laptopnya gak lowbat mungkin akan gw terusin sampe sahur. Berhubung sudah lowbat, gw gak niat nge-charge, jadi gw tinggal bobok aja. Tapi gitchuu... gw masih terus-terusan kepikiraann... *kayak iklan

Mimpi buruk bagi seorang programmer adalah ketika mimpi lagi ngoding. Serem cuy, dalam mimpi yang harusnya terpisah dari hiruk pikuk dunia, malah masih mikirin solusi. Udah gitu ketika bangun tidur, urusannya belom kelar. Jalan di tempat. Wkwkwk... ngacooo banget.

Ya udah ah.. kan jadi ga bisa tidur. Hikss.. lupakanlah ret.. lupakan sementara... tidurlah dengan bismillah.

Random Post: About to protect my dignity.

Ada sesuatu yang mengganggu pikiran gw belakangan ini. Yup, yang berteman dengan gw di facebook pasti udah bisa nebak. Gw emang pasang status nggak-banget di facebook, "I'm not in relationship with anyone! #sigh #fitnahjomblo #MasaHarusPasangStatusGinian".

Hasilnya? Ada yang menganggap gw desperate, menyemangati biar cepet ketemu si imam. Hhaha... padahal aslinya nggak gitu-gitu amaaat.... gw cuma ngerasa aja, orang-orang tuh menganggap gw sudah memiliki seseorang untuk dicintai. Semacam kekasih. Bahkan ketika gw deket sama cowok, emang pembawaan gw yang cuek, jadi dia menganggap kalo gw sedang menjalin hubungan dengan yang lain. Padahal kan enggak. (-____- apa bangeeet ini...

Yasudahlah yaaa~
Makanya gw merasa perlu banget buat pasang status kayak gitu di facebook, buat meluruskan apa yang belum lurus di antara kita. Iya, kita semua. Eh kamu aja deh. Hhaha...
 
So, siang itu di kantor gw nonton video Quran Weekly, ceramah yang dibawakan oleh Pak Ustadz Nouman Ali Khan berjudul "Sexual Desire". Recommended video banget lah! Isinya tentang... yaudah ketauan lah dari judulnya. Entah mengapa video ini pas banget sama suasana hati gw. #baper :))



Isi video itu mempengaruhi gw banget. Keep it halal, broh. Cinta adalah tindakan, kata-kata dan tulisan yang indah sebelum akad adalah omong kosong. Sayangnya gw yang seperti ini sering dianggap nggak punya perasaan. Seperti pertanyaan, "kamu cinta sama aku nggak sih?" atau "kamu nggak percaya sama aku, kalo di masa depan nanti aku yang akan jadi suami kamu?" Only God knows.  Jangan sampe perasaanmu sudah terlalu jauh tapi langkahmu belum.

Sebagai cewek normal, diperlakukan eksklusif seperti princess, dihujani kata-kata manis... bagaikan bertemu dengan sosok pemuda idaman, jelas gw mulai luluh. Hhihi... Suka sih, tapi nggak berani juga melanggar aturan agama kita. Ya kan belom nikah, plis deh. Ngertiin dong sikap dinginnya akuuuh. Duh gak ngerti deh, kamu ini kan muslim kok bisa-bisanya begitu?? Abis itu kita udahan deh karena kamu ngerasa diceramahin. Emang ya aku tuh cerewet, tapi itu kan karena aku care. Biar awalnya baik dan seterusnya pun baik.
gw akan ngerasa bersalah banget kalo sampe anak orang jadi berbuat dosa gegara gw T__T

Hal yang dianggap sepele, biasa dilakukan sama orang lain yang sedang kasmaran... menarik ya? Tatap-tatapan, pegangan tangan, foto berdua... apaan itu?! Yaaa kalo udah nikah sih asik-asik aja. Hhaha... tapi kalo belom, justru malah mengganggu. Oke, gw juga pernah ada di lingkaran hitam itu sih, tapi Alhamdulillah Allah mengutus seseorang untuk menyadarkan gw, bangkit dari keterpurukan spiritual (-.-)a

"Tak Peduli seberapa membahagiakan atau menyedihkan, hidup harus terus berlanjut. Waktulah yang selalu menepati janji dan berbaik hati mengobati segalanya.  Jangan mendiskon kehormatan perasaan dan diri kita begitu rendahnya. Apalagi diobral habis2an. Tenang saja, akan datang seseorang yang bisa menilai betapa mahalnya harga seorang yang bisa menjaga diri." - Tere Liye

One day you will realize that I do protect my dignity, and also yours.
If this is a test, have you ever thought that this lady will protect herself also after marriage? Even if you're not there around her. You can trust her loyalty.
#MeDeserveBetter #Bhayy

---
Dan gw pasti udah kehilangan sebagian kesadaran, sampe berani-beraninya posting ginian di blog. Liat aja nanti efeknya. Ada seseorang yang langsung datang ke rumah, misalnya? Hahaha... walopun gw sedang GR tingkat dewa, tapi baiknya gw sampaikan saja bahwa sama seperti mata, hati ini perlu istirahat sejenak. G'Night.

Pengalaman Belanja Di Zalora (Sejujur-jujurnya)

Hai, kembali lagi bersama Retno di sini. Malam ini gw mau cerita sejujur-jujurnya tanpa disponsori pihak mana pun, pengalaman gw yang baru pertama kalinya belanja di Zalora.co.id

Zalora, Asia's online fashion destination, adiknya Lazada, yang iklannya cukup gencar di berbagai media. Situsnya terlihat elegan dan sangat profesional, mungkin karena gambar produknya yang kelihatan bagus banget. Awalnya iseng buka-buka situs fashion itu, mencari sepasang sepatu impian. *yaelah masih aja*

Zalora : Asia's online fashion destination
Pernah baca beberapa testimoni dari orang-orang, yang kalau beli barang wearable secara online, barang sama gambar yang dipajang di situsnya suka beda. Lebih jelek barang aslinya, daripada yang dipajang di web. Mending liat langsung.

*) Beda dengan e-commerce lainnya, gw pikir Zalora udah punya nama, iklan di mana-mana... gak mungkin kan dia mengecewakan pelanggan? Mau ditaro mana harga dirinya?? Kepercayaan konsumen itu priceless loh. Maka gw memberanikan diri order di situs itu.

Koleksi barang-barang fashion di Zalora emang bagus-bagus sih, gw suka. Hhehe... yaa walaupun  Barang-barang di zalora kan harganya tinggi, beda banget klo beli di toko konvensional, padahal produknya sama. Gapapa lah, gw belum ada waktu lagi buat hunting ke toko. wkwkwk...

Langsung aja order tanpa mikir kalo zalora bisa aja menipu gw. Bisa aja zalora ternyata nggak seperti lazada, yang selama ini belum pernah mengecewakan gw. Kalo rejeki nggak akan kemana, kan udah bayar zakat tiap bulan. tsaaaah~ yoi banget.. gw menyelesaikan proses transaksi, juga karena mengingat faktor yang telah gw sebutkan tadi.*

Waktu itu order hari sabtu, perkiraan barang datang 1-3 hari untuk wilayah Jakarta dan 2-6 hari untuk luar Jakarta. Hari Selasa, iseng gw cek orderan gw. Ternyata Zalora punya pihak ekspedisi pengiriman barangnya sendiri, ZDEX. Lah gw nge-cek resinya gimana? Gw pikir ZDEX itu semacam JNE, punya situs sendiri untuk pengecekan resi. Gw googling lah ZDEX itu. Ternyata.................

Laman yang keluar bukanlah situsnya ZDEX karena memang ZDEX lazada tidak memiliki situs untuk pengecekan resi. Bisa ditanyakan langsung via live-chat di website zalora. Tetapi yang muncul adalah tulisan-tulisan complain dari pelanggan yang kecewa dengan zalora.

Ada yang ketika transaksi selesai, tetapi order dibatalkan secara sepihak dan refund uangnya lamaaa banget. Ada yang barang berbulan-bulan baru nyampe. Ada yang bermasalah sama vouchernya. Ada juga yang ribet sama kurirnya, janjian buat COD, dll.... dan berbagai hal yang nggak mengenakkan lah. Zalora dituduh mentang-mentang ngasih pengiriman gratis, jadi seenaknya aja ngirim barang nggak dicek dulu.

Gw langsung hubungin customer service, minta dilacak barang gw udah sampe mana... soalnya keterangan di website zalora cuma "TERKIRIM". Nggak cukup puas sama status itu, tapi si CS bilang, "tunggu aja mbak, kalo dalam estimasi waktu yang kita tentukan barang belum diterima, kami bantu melacak barangnya."


Sempat tanya-tanya sama temen sebelah kubikel, "pernah order di zalora ga? kok banyak testimoni yang nggak menyenangkan gini sih?" dia jawab belum pernah. "barang-barang kayak gitu sih lu beli aja di toko konvensional. Tuh ke Penvil, masa iya nggak dapet yang sreg?" wkwkwk... akooh udah nge-zing sama yang di zalora, kakak... :'))

Pulang kerja gw langsung tanya orang rumah, ternyata barang persanan gw udah datang. Semuanya! Alhamdulillah... cepet banget dong ya. Barangnya juga bagus, sesuai harapan dan jatohnya nggak gitu mahal karena lagi diskon dan dapat voucher 75000 dari pendaftaran newsletter. Voucher pun bisa digunakan tanpa hambatan.

Ternyata nggak seseram testimoni yang gw baca. Semoga tulisan ini bisa menjadi pertimbangan juga bagi calon pelanggan onlineshop. Thanks Zalora. Sukses terus, semoga makin laris dan membuat pelanggan tersenyum manis.

---
PS: Mbak Fath, orderan gw udah nyampeee.. uhuyy ^^

Mencari Sepatu Terbaik

Ada yang bilang, sepatu yang indah akan membawamu pula ke tempat yang indah. *ah masa sih?

Di terik panas matahari siang ini gw berjalan di salah satu area pertokoan ibu kota yang bergaya klasik tempo doeloe, menjejeri toko-toko sepatu yang sekiranya cocok buat gw. Sepatu-sepatu cantik yang didominasi high heels itu dipajang di etalase. Kelihatan anggun dan elegan.

Urusan pilih memilih ini memang sungguh luar biasa. Kalau gw memilih sepatu yang tepat, gw akan bahagia luar biasa selama beberapa waktu ke depan, karena sepatu yang gw pilih itu berhasil membuat gw nyaman. Kalau gw salah pilih sepatu, kaki gw akan tersiksa luar biasa selama beberapa waktu ke depan.

Sepatu yang gw pilih itu harus nyaman digunakan, sesuai kebutuhan, tahan lama, dan sesuai budget. Xixixi... iya toh, nantinya sepasang sepatu itu yang akan menemani perjalanan gw berkilo-kilo meter. Secara transportasi yang paling sering gw pake ya kaki gw ini, Alhamdulillah. Dan biasanya gw setia dengan sepasang sepatu; jadi kalo sepatu yang gw punya belom rombeng (gak layak diliat, gak layak dipake), nggak akan gw ganti dengan yang baru. Males milih sepatu yang tepat lagi, sih sebenernya. hhaha...

Beberapa toko sudah gw masuki dan masih belum menemukan sepatu yang tepat. Banyak sepatu yang cantik, tapi entah kenapa keliatan gak pantes kalo gw yang pake. Hhihi... yang cantik belum tentu cocok dan bikin nyaman. Dan terkadang yang bikin nyaman itu justru yang gak banyak disadari orang.

Hingga suatu ketika, di tengah pencarian gw yang nyaris ingin diakhiri saja, gw melihat sepasang sepatu yang agak lusuh. Mungkin karena kelamaan dipajang. Sepatu itu kontras sekali dengan sepatu lain di sekitarnya yang terlihat lebih kekinian. Lupakan soal penampilan, pada pandangan pertama, gw ngerasa sepatu itulah yang gw cari. "Terlihat nyaman digunakan. Model dan warnanya pun oke. Cocok buat segala keperluan."

Ternyata sepatu yang lusuh itu cuma buat contoh aja, masih ada stoknya di dalam toko sesuai ukuran kaki gw. Jelas lebih bersih dan enak dilihat. Untuk berjalan pun luar biasa nyaman. 

Jika dilihat dari penampilan, sepatu itu kurang menarik pada awalnya. Padahal sesungguhnya kepercayaan diri lah yang membuat kita tampil lebih menarik. Sepatu itu pun bertahan hingga sekitar dua tahun dengan intensitas pemakaian nyaris tiap hari.

*bersambung

Bakso Malang Penangkal Hujan Lebat

bakso malang
Usai berguru, jam menunjukkan pukul 17.32. Mau melanjutkan berguru, udah pusing... mau nunggu maghrib di sini,  bosen ga ngapa-ngapain... mau maghrib di jalan aja, nanggung. Akhirnya ane memutuskan untuk menemui sobi solehah di Palma One. Hhehe... nggak enak juga sih sebenernya, udah resign masih aja menampakkan diri di situ. wkwkwk...

Perjalanan dari tempat berguru ke Palma One ternyata cukup singkat, setengah jam udah termasuk jalan kaki ke halte busway mampang prapatan. Macet sih di situ, ya, selalu begitu emang. Jalur neraka, kata mas Pian sih...

Tadinya ane mau langsung ke mushola yang ada di basement aja, tapi nanggung. Kata Suci ditungguin mas Agus nih. Hhaha.... yoodah deh, sekalian say hi aja sama mas Agus. Gak enak lah, masa udah ke situ nggak sekalian nengokin orang tua. *plak! peace bang.

Pulangnya ane ngerumpi sambil makan bakso malang. Dapat kabar kalo di rumah sedang hujan lebat, petir menyambar, listrik pun mati. Padahal di Jakarta cuacanya masih asik-asik aja. Yaudah deh, tambah tenang makan bakso malangnya. Siapa tau kalo pulangnya lebih malam, cuaca di rumah sudah membaik.

Alhamdulillah, setelah habis satu mangkok, kami pulang naik kereta yang agak lowong. Yeay. Nggak desak-desakan dong. Ngerumpinya jadi lebih khusyuk. *eh maksudnya, ya nggak kayak pepes banget lah.

Ketika kereta melintasi UI, hujan lebat! Hari ini ane gak bawa payung. Alamakk...

Sempat khawatir sih, pulang hujan-hujanan, bawa laptop kantor pulak. Tapi kekhawatiran itu cuma ada di kepala ane, ketika kereta tiba di tujuan, hujan pun reda. Ane dijemput sama babeh. Pas ane sampe rumah, listrik di rumah baru aja nyala. Alhamdulillah...

Makasih yaa Allah, sudah memudahkan perjalanan pulang ane hari ini. Besok dan seterusnya boleh lagi, ya? Bukan hanya perjalanan pulang aja, tapi juga perjalanan pergi, dan semua urusan di antaranya. (^_^) Aamiin...

Sebelum Perjalanan Dimulai

Gw mau cerita lagi tentang sebagian kisah di masa lalu. Hhaha.. tentang perjalanan gw mencari rumah kedua, kehidupan nyata setelah kampus.

Pertama kali gw ngelamar kerja itu kayaknya pas masuk semester enam kuliah deh. Gw nyari kerja part-time, mulai liat-liat situs pencarian kerja. Dapatlah gw panggilan interview di IT konsultan, Jl. Imam Bonjol, dekat HI. Waktu itu gw masih cupu banget, belom tau daerah situ sama sekali. Belom pernah ke Jakarta sendirian, akhirnya dianterin sama bokap gw buat interview. Hhaha... kayak anak sekolahan. Pas nyampe di kantor itu juga calon bos gw nanya, "siapa itu?" Ya gw bilang aja bokap gw. Eh ada yang nyeletuk di belakang gw, "ngelamar kerja kok dianterin bapaknya? Hhaha..." *BODOO!

Akhirnya gak gw ambil. Itu perusahaan kecil sih. Kecil kantornya, pegawainya dikit banget, tapi gak tau juga deh... soalnya mereka emang fleksibel banget. Boleh ngerjain project dari rumah. Boleh kerja di tempat laen juga, asalkan project dari perusahaan itu bisa selesai. Karena pertimbangan gw akan sibuk tugas akhir dan perjalanan ke kantor itu dari kampus gw cukup ribet, yaudah deh... cukup buat pengalaman aja interview di kantor orang.

Pengalaman kedua, gw ngelamar ke daerah palmerah. Tanpa Suci. Itu perusahaan cukup terkenal di bidang media cetak. Naek kereta turun di st. Tanah Abang, nyambung lagi naik angkot. Suasananya sumpek, panas, gak banget deh. Capek banget di perjalanan. Padahal gw perginya siang2. Gimana berangkat pagi? Saingan sama yang pergi kerja. Duh ampun deh... kali ini gw di-reject gegara masih cupuuu banget soal koding. Gw ditanya soal POP3, SMTP mail, dll... zonk banget waktu itu gw belom ngerti. Wkwkwk... bagus deh, gak kebayang klo gw kerja di sono.

Pengalaman ketiga, ngelamarnya bareng Suci ke daerah kebon jeruk. Ini yang belakangan gw tau namanya perusahaan outsourcing buat ditaro di bank swasta. Menemukan lokasi PT ini perjuangan banget. Gila, gw muterin jalan kebon jeruk dua kali! Jalan kaki. Eh ternyata nama bangunan itu ketutup daun dari pohon di depannya. Yaelaah. Gedung ini padahal udah gw lewatin dua kali.

Udah gitu test-nya susah banget, menurut gw. Segala ada coding tertulis bikin tumpukan segitiga. Ada tes pengetahuan umum juga, soal-soal tentang game terbaru. Ckckck... zonk banget buat gue karena gue bukan gamer dan gak peduli amat deh sama game terbaru.

Setelah tes, langsung keluar hasilnya. Suci lolos, gw nggak. Hiks... gw sedih karena mau berpisah sama Suci. Tapi ya sudahlah, jika ini memang yang terbaik buat dia. Tapi ternyata ketika sampai di rumah, Suci dapat telepon. Katanya hasil dia dibatalkan karena gak memenuhi syarat minimal S1. Bah!

Baiklah, cari lagi kerjaan yang gak mandang ijazah! Lo gak tau apa siapa Suci? Lo gak tau dia siapaa? Lo pasti nyesel nolak calon karyawan se-solehah dia. Wkwkwk...

Dan gw juga pernah dapet panggilan interview buat posisi abaper. Gue masih cupu, gak ngerti abaper itu apa. Taunya cuma programmer aja, ngoding. SAP, ERP, gw cuma tau teori aja... bahwa dulu pernah diajarin di bangku kuliah. Mungkin karena diliat gw cupu dan grogi waktu wawancara, gw gak dapet panggilan psikotes sampai akhirnya...

Suci merekomendasikan sebuah kantor di daerah kuningan. Pas banget sampingan sama kantor tempat gw PKL. Ini sih emang idaman gw banget. Lokasinya gw udah familiar, dan memenuhi "bayangan" gw tentang kantor yang sebenarnya. Norak banget sih gw, langsung berasa kayak di film-film gitu... pakaian yang rapi, suara dering telepon, percakapan dalam bahasa inggris... singkat cerita gw diterima setelah menggambar diagram ER tentang proses bisnis minimarket. Wkwkwk... dan di sini anak baru kayak gw dan temen seangkatan gw gak dipandang melalui ijazahnya :)

Setelah itu, kisah perjalanan karir gw pun dimulai.

*bersambung*

Bingar

Paling pusing deh kalo dengar suara-suara keras. Iya kadang gw ngerasa sepi dan bosan, tapi gak berisik amat juga kalii...

Pulang kerja gw terasa lebih nyaman dari sebelumnya karena gak macet. Yeaaayy... paling macet dikit karena lampu merah, di luar itu jalurnya aman terkendali. Uhuy.
Tapi... hari ini kopajanya bikin takut. Koplingnya bermasalah. Remnya aus? Jadi tiap ngerem bunyi kayak kaleng rombeng gitu. Aaahh serem banget. Pasalnya semalem gw mimpi buruk, sesuatu terjadi pada diri gw. Ah jadi ngebayangin yang nggak2.

Abis dari situ gw dioper ke kopaja yang lain. Iya lah bang kopaja, jangan dipaksain.

Di kereta juga ada keributan. Di stasiun Tanjung Barat, banyak penumpang turun dan naik, jadi dorong-dorongan gitu... eh ternyata ada ibu2 yg jarinya kejepit pintu! Darahnya banyak banget. Penumpang rame teriak-teriak. Muka orang2 yang ngeliatin kejadian itu pada gak enak semua. Campuran antara ngeri dan iba. Astaghfirullah...

Belum berhenti sampe di situ. Di stasiun Lenteng Agung, jarak celah antara kereta sama peronnya agak jauh. Nah, ada seorang ibu yang jatuh ke celah itu. Gw gak liat gimana kejadiannya. Kata ibu2 saksi mata, kakinya kejepit satu di kolong kereta. Rame lagi lah keretanya. Gedor-gedor pintu masinis biar keretanya gak jalan dulu.

Dan yang terakhir dan paling berisik, gw mau pulang nyebrang rel kereta. Pas banget mau ada kereta lewat, jadi gw nunggu dulu di pinggir. Bunyi loncengnya itu loooh. Memekakkan telingaa! Abis dari situ kepala gw pusing.

Sekian.

Rinduh (Bukan Judul Novelnya Tere Liye)

"Detik tak pernah berjalan mundur, tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru." - AADC

Siang pagi itu gw kembali nguli di Jakarta. *Eh, pinggiran deng.
Masih nggak percaya gw bisa meninggalkan zona nyaman itu; kubikel dengan pemandangan langit di depannya, tempat gw menggantungkan berjuta harapan. Kadang-kadang menghayal, kalo gw dan calon pemimpin masa depan gw entah siapa, sedang menatap langit yang sama dalam bingkai jendela yang berbeda. *uhuy sinetron banget*
Kita masih sama-sama berjuang untuk bisa saling bertemu, bahkan berjuang untuk kehidupan kita yang lebih baik di masa depan. Modal yakin aja dulu.. Hey, siapapun kamu, temukan aku dalam istikharahmu yaa~ hhaha...

"Menunggu dan ditunggu selalu menjadi sesuatu yang tidak pernah bisa kita tebak kemana arahnya. Hingga waktu datang dengan langkahnya yang pasti dan keberanian itu datang di dalam hati. Karena selalu ada awal untuk segala sesuatu, harus ada tanya yang diucapkan bila mengharap jawab, harus ada kata yang diungkapkan bila ingin orang lain mengerti."
- oleh Kurniawan Gunadi, penulis Hujan Matahari

Romansa Kamvax

Hari ini ada resepsi pernikahan Abu, temen sebangku gw di Kamvax. Janjian sama Ardi di McD perempatan pemda. Biasanya kan kalo ngumpul di rumah Suci, tapi Suci lagi ke Purwokerto.

Ba'da Ashar gw minta anterin bokap ke McD. "Ayo beh, kita let's go."
Pas banget ada bude gw maen ke rumah dan ikut2an komentar. "Duh anak gadis, mau ke kondangan aja dianterin bapaknya."
"Hhehe... iya, kayak mau ngampil rapot ya?"
"Pergi sama cowoknya dong..."
"Dianterinnya sampe tengah jalan doang, nanti berangkat ke sananya bareng Ardi kok." Hhaha... gak tau aja kalo Ardi itu kepanjangan dari Ardiyanni. Wkwkwk..

Gw ngerasa bersalah banget sama Ardi, dia nungguin gw hampir sejam. Janjian jam 4, gw baru berangkat dari rumah jam set.5! Maapin gue Di....

Ardi nggak marah sama gw, pas gw dateng dia malah nunjukin muka ceria gitu sambil ngasih helm ke gw. Yaampuuunn...
Dan kita berdua naik motor ke lokasi. Ternyata di sana sepi banget. Maksud gw, gak ada anak2 RPL. Yoodah gw berdua doang ngerumpi sama Ardi.

Yang pertama dibahas adalah tentang kepindahan gw. Yaelah, apakah seluruh dunia udah tau kalo gw resign? Atau jangan-jangan Ardi termasuk salah satu pembaca setia blog gw? Hhaha.... tapi katanya dia tau info itu dari Andiko. Ooh... rame, ye..

Ardi nanya, "Kenapa lu masuk ke kantor itu No?"
Hmm.. jangan2 dia juga mikir kalo gw ke kantor itu buat deketin mantan calon mertua, kayak si kondi. -_-)" bukan men, bukan.
"Takdir Di, gw ngelamar ke mana2 gak ada yg nampung. Padahal itu pilihan terakhir gw, tapi malah dapat panggilan di situ.", jawab gw.
Entah kenapa dia bilang gw keren bisa masuk ke situ. Gw gak ngerasa keren2 amat, karena gw masih jomblo. Wkwkwk... rasanya kerja di mana pun keren asalkan ada pasangan. *Ehm. Sorry to say, si Retno udah berani nulis beginian. :))

Dan Ardi menyadarkan gw bahwa inilah pertama kalinya gw pisah sama Suci sejak pertemuan kita di usia 16. Hiksss... huaaaa... pengen nangis jadinya T___T gw ninggalin Suci duluan.. menukar obsesi karir dengan persahabatan yang tak ternilai... odong ih, sesaat gw berasa pengen balik lagi.

Suci pernah bilang, "sahabat itu nggak harus selalu bersama, asalkan tetap ada untuk saling mendukung dalam kebaikan." Hiks hikss...

Aku kangen kita bertiga lagi ~

Hal-hal Yang Belum Diketahui Tentang Retno Sebelum Resign

Agak narsis tulisan malam ini. Judulnya kayak di media berita online gitu... panjang dan bikin penasaran. *eit, gak pake komen!

Hal-hal tersebut adalaaaahh.....
  1. Retno nge-fans sama bu Sujatha, bahkan bercita-cita ingin seperti dirinya.
  2. Retno suka sekali mendengarkan presentasi atau motivasi dari bu Poonam, berasa kayak tersihir.
  3. Di mantan kolong meja Retno, ada sepasang sepatu lusuh yang niatnya emang pengen dibuang tapi gak tau mau dibuang ke mana.
  4. Retno benar-benar menganggap kantor itu kayak "rumah" kedua. Biar sering ngeluh capek, gak suka, tetap aja kembali ke situ.
  5. Retno sering foto selfie via kaca spion, biar gak ketauan kalo lagi foto2 narsis. hahaha...
  6. Kadang-kadang, meskipun pake earphone tapi musiknya dimatiin. Jadi dikira Retno gak denger orang lain ngomong apa, padahal si Retno sedang mendengarkan dengan seksama. Iseng aja.
  7. Kemungkinan ada SDCard Retno yang tertinggal di meja, atau bahkan terjatuh ke kolong meja. Isinya, foto-foto jadul ~ T___T
  8. Sering pake gelasnya mbak Utin, padahal udah punya gelas sendiri. Pura-pura gak tau aja.. hhaha... ^_^)v
  9. Gak hanya ilmu pemrograman dan yang berkaitan sama TI, di sana juga dapet ilmu kerajinan tangan via Youtube yang dulu sering Retno tonton di jam istirahat. Dari situ jadi tergabung sama grup ibu-ibu crafter.
  10. Ketika Retno pergi, ada sebagian hatinya yang tertinggal pada ayam penyet tenda biru. *halah
Yak! Itulah beberapa fakta tentang Retno yang belum diketahui hingga resign.

Awal Yang Baru

Ada yang baru lagi, loh...

Mulai besok, gw pindah kantor. Sedih sih, tapi seneng juga. Hihi...
Sedih karena harus pisah sama sobi gw, Suci dan yang lain-lainnya. Udah berasa kayak keluarga, soalnya... tempat gw cerita ini-itu, tempat buat senang-senang bareng, ah pokoknya berkesan banget deh.

Jadi ceritanya besok udah gak sebelahan lagi sama Bobby, Mas Jaya dan Mas Ginjiro. Udah gak diisengin Bobby lagi, gak bisa maen ledek-ledekan lagi via LAN Messenger sama Romeo dan Kevin. Duh, gw lupa ngapus status gw di LM. Hahaha.... baca plis.. baca. *ngakak

Selain itu, gak bisa cerita-cerita lagi di jam istirahat sama Mbak Lilik, ataupun ngerumpi di toilet sama Mbak Utin. Oh iya, gw udah gak bisa ngeliat daftar absen lagi kalo gw bosen! Dan nggak bisa dengerin ocehannya Rakay sambil makan siang...

Walaupun banyaaak banget kenangannya sama temen-temen yang ga bisa disebutin satu per satu, gw tetep harus move-on. Ya, sebaiknya emang gw hijrah ke tempat baru buat ketemu sama orang-orang baru, membuat cerita yang baru dan pengalaman kerja yang baru. Bukan berarti aku melupakan kalian loooh... kalian tetep ada di hati aku, yaaa... walopun hatiku kurus, tapi muat kok buat nampung kalian semua. Hahaha... *aposeh

Terharu banget ketika perpisahan kemarin... ternyata banyak juga yang ngira gw ulang tahun, gak nyadar kalo Jumat lalu tu hari terakhir gw di sana. Hhaha... hiks.. hiks... besok-besok kalo udah nyadar, lama nggak liat gw di sana, jangan nanyain gw ke mana ya. :))

Terimakasih kalian udah mampir di kehidupan aku dan mewarnai hari-hariku...
you put the red back in the rose, just when i needed it the most..
you came along to show you care, and now there's colour everywhere ~



Besok adalah awal yang baru buat gw, semoga bisa cepat beradaptasi dan mempelajari tugas yang diberikan. Selalu ada awal yang baru pada setiap akhir, kan?
--

"Sampai ketemu lagi di lain kesempatan."

Misteri kuku kaki

Kuku kaki itu pertumbuhannya lebih lambat dari kuku tangan. Jadi kalo misalnya gw gunting kuku tangan seminggu sekali, gunting kuku kaki bisa dua minggu sekali.

Biasanya, kaki gw terasa lebih pegel kalo kuku kakinya panjang. Entahlah, berasa lebih enteng aja kaki gw kalo abis gunting kuku. Padahal kuku itu kan kecil, di ujung pulak.

Kata mbak Marli, "ya emang bener kali ya kuku panjang itu kan digandulin setan.."

Ihiiy... bener juga tuh. Rajin2 deh gunting kuku, biar jari2nya bersih, sehat dan jadi semangat berakifitas.

Kaleidoskop 2014

Desember akan segera berakhir, dan seperti yang nge-hits tiap tahun, gw ikutan bikin tulisan kaleidoskop.

Gw lagi suka banget masak, ngerajut, atau bikin kerajinan tangan. Cewek banget pokoknya. Dan kalo ke toko buku, gw bakal over-exciting ke bagian Hobbies :)
Udah gitu, tahun ini gw suka banget sama anak kecil. Mungkin karena udah punya beberapa keponakan (dari sepupu). Seru aja kalo main-main sama mereka. Gw baru menyadari betapa ucul-nya mereka. Haha...

Sadly, resolusi tahun 2014 belum sempurna dilaksanakan. Gw belom jadi karyawan terbaik tahun ini, tapi udah ngerasa ada peningkatan kinerja dan kehidupan sosial. Hehehe.... Sedangkan web ijo-ijo itu sampe sekarang belom jadi. Statusnya masih under construction. Sebabnya, tahun ini dari Januari pun ada kerjaan sampingan yang lebih menghasilkan uang. *eaa

Selain itu, ini tahun pertama gw ikutan IBF (Islamic Book Fair) di GBK. Yeaaayy.... dan gw ketemu sama komikus The Muslim' Show!! Langsung dari Prancis cuy. Hihi... Greg Blondin, komikus yang paling muda dan paling ganteng, menggambar sketsa wajah gw di komik terbaru mereka. Aaaaakk~ padahal tadinya gw cuma minta tanda tangan ^^, emang cwo Prancis itu romantis ya... katanya biar lebih berkesan kalo digambar.

Di tahun ini, gw ngerasa punya tim kerja yang solid, keren, dan asik banget. Tim paling keren yang pernah gw punya. Banyak banget ngasih gw masukan tentang pengerjaan project, (dot)net, dan lain sebagainya. Plus, masukan supaya gw lebih mandiri. Hehe...
Gw jadi ngerasa kerdil. Saya mah apa atuh dibandingkan mereka-mereka... *butirandebu~
Banyak hal yang masih harus diperbaiki, ditingkatkan, dipelajari, dilakukan. Semangaaat!! ^_^

Gw punya tim lain selain tim kerja. Tim jalan? Hhaha,...
Senang sekali, Alhamdulillah, tahun ini dapet temen-temen baru yang seru buat kumpul-kumpul, jalan-jalan, berbagi banyak hal tentang kehidupan. Ini membuat gw termotivasi untuk jadi orang yang lebih baik lagi, mengurangi ego demi keharmonisan bersama, dan menghargai perbedaan.

Ada juga kerikil kecil yang mengganggu. Hal-hal yang sebenarnya sederhana, tapi karena gw lebay sampe ngerasa mau lari dari kenyataan dengan membaca tumpukan novel. Tahun ini gw punya banyak buku baru. Kebanyakan sih bukunya Tere Liye. Dari cerita perang-perangan kekhalifahan Ottoman sampe novelnya Tere Liye gw baca semua. Haha... jomplang banget sih sebenernya, tapi gw membaca apa yang mau gw baca, sesuai suasana hati gw. Masih labil dong yah? -_-

Ramadhan tahun ini kurang dari ekspektasi gw. Banyak banget yang gw sesali karena ibadahnya kurang maksimal. Hhh~ gw harap Ramadhan 2015 jauh lebih baik daripada yang gw harapkan. Beyond expectation gituuh... Aamiin....

Tahun ini memang gw mengalami titik yang paliiing rendah pada kering kerontangnya ruhiyah. Jenuh tak terkiraa. Ini karena gw khilaf nggak bisa ngatur buat urusan dunia dan akhirat. Terlalu berat di urusan dunia dan lama banget nggak nge-charge ruhiyah. Jadinya jenuh deh. Keduanya harus sejalan seirama biar hidupnya enak, tentram, damai. Hhehe..
Jadi gw paksakan ikut beberapa kajian di masjid, sedangkan masuk ke dalam masjid saja sudah mendapatkan ketenangan. Alhamdulillah, masih ada teman-teman juga yang mengingatkan dalam kebaikan. Oh iya, gw dapet temen baru lagi, akhwat. Ada beberapa orang yang insyaAllah semuanya dicemburui bidadari surga ^.^) Anggota Muslimah Tangguh bertambah 3 orang dongg... temen ngaji-nya makin banyak, ngajinya harus lebih semangat.

Dan pada setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
2014 banyak banget kenangan seru tentang kebersamaan dan persahabatan, tapi di samping itu juga gw harus memahami makna perpisahan. Bahwa nggak semua orang pergi karena ketakutan atau ancaman, seseorang juga bisa pergi karena kebencian, kesedihan, atau pun karena harapan. Allah mempertemukan gw dengan seseorang untuk sebuah alasan, dan kalau Allah menghendaki seseorang itu pergi, pasti untuk alasan yang lebih baik.

Search This Blog