Showing posts with label kajian. Show all posts
Showing posts with label kajian. Show all posts

Selayaknya Wanita...

Kekuatan wanita itu ada pada kelembutan dan keibuannya. Bila tidak itu lantas mau apa lagi? Masak tegas, kuat dan kebapakan? hehe... Asal tau aja, suami salih itu seneng disandari, diandalkan, dan dipercaya. Itu membuatnya merasa berharga dan merasa jadi lelaki.

Istri yang bersikap kekanak-kanakan didepan suami itu menyenangkan. Istri yang kuat tegas didepan suaminya? dingin, aneh.. (=_=) bayangin aja, suami memeluk istrinya yang menangis menenangkan dia #Cool. kalo istri meluk suaminya yang menangis menenangkan dia? (=_=)a

Wanita mau tegas boleh aja, pada kemaksiatan. Misalnya tegas sama lelaki yang ngajak pacaran, bilangin "nguras laut aja sana!". Tapi ingat, kekuatan wanita itu lemah lembutnya, perhatiannya, kesabarannya, yang nggak dimiliki lelaki dan bisa mengalahkan lelaki :D

"wanita itu harus kuat, mandiri, nggak bergantung yang lain". Ya udah, itu pilihanmu, jarang lelaki yang mau wanita seserem itu hehe.. Rasul bilang dalam satu hadits, wanita terbaik di surga itu Khadijah. Wanita terbaik di dunia itu Maryam. Monggo diplih :D
Dalam hadits lain, wanita penghuni surga 4 ciri:
  1. Penyayang 
  2. Banyak anak 
  3. Bermanfaat bagi suami 
  4. Suaminya ridha padanya
Jadi wanita yang lembut bukan berarti wanita lemah ya... persis jadi lelaki yang kuat bukan berarti nggak boleh lembut. Ada porsinya. Yang jelas wanita dan lelaki harus sesuai fitrah. Lelaki ambil porsi ayah, perempuan dapat porsi ibu. Maka bahagialah anaknya :D
---
Repost dari twitter ust. Felix Y Siauw

Review Buku: Khilafah Remake

Alhamdulillah bulan Desember lalu gw bisa datang di acara launching bukunya di Masjid BI. Dari bulan Desember, buku itu baru kelar gw baca sekarang.. hhihi... 
*ampuni aku pak ustadz.
*minta ampunnya sama Allah, nak.
*oh iya, makasih pak ustadz.. ampuni aku yaa Allah...

Judul : Khilafah Remake
Penulis : Felix Y Siauw
Penerbit: Alfatih Press
Visual : Alfatih Studios
Tebal buku : 296 halaman, full color

Pernahkah kalian bertanya, ada apa sebelum kemerdekaan Indonesia?
Bagaimana keadaan dunia sebelum ada perang dunia I dan perang dunia II ?

Di buku sejarah yang diajari di sekolahan, ada dark-age, alias zaman kegelapan. Plis deh, kegelapan bagi siapa? Bangsa Eropa aja, karena Islam sedang berada di masa keemasan >> The Golden-Age.

Apa pendapat dunia tentang umat islam saat ini? Terorist, bar-bar, miskin, nggak okeh banget deh. Padahal dulunya umat islam itu terkenal intelek, modern, keren. Banyak lah orang islam yang menyumbang besar untuk ilmu pengetahun modern yang bahkan sampai saat ini masih digunakan.

Apa yang salah dengan umat islam yang sekarang?
Kenapa nggak bisa se-cemerlang umat islam zaman dulu?
Apa yang bedaaa?

Mungkin karena sekarang umat islam dididik untuk sekuler, membedakan antara agama dengan gaya hidup. Maksudnya, menjadikan agama hanya ritual saja. Cewek datang ke masjid, solat pake mukena, setelah selesai solat, pulang, buka kerudung. Jadi, apakah Allah cuma ada di masjid aja??

Solat, puasa, haji, kita jalankan.
Hukum rajam bagi yang berzina, potong tangan bagi pencuri, kita tinggalkan.

KENAPA jadi pilih-pilih hukum Allah?

Buku ini akan menjelaskan mengapa umat islam perlu mendirikan kembali khilafah. Dijelaskan pula sejarah berdirinya khilafah sejak zaman Khulafaur Rasyidin hingga kekhalifahan Utsmani dan bagaimana "mereka" menghancurkan khilafah. Buku ini wajib dibaca generasi penerus islam agar tidak menjadi korban penipuan sejarah.

Bacaannya terkesan ringan karena desainnya oke, banyak gambarnya dan warna-warni. Enak banget buat dibaca. Mungkin karena penggemar ustadz Felix ini banyak yang di bawah usia 30 tahun :)
Dan jujur aja, pasti banyak yang males deh kalo baca buku sejarah yang isinya tulisan semua.
*eh itu gue deng. 


Datang pas acara launching, bisa dapat buku bertanda tangan :)

Buku ini bisa dibeli di Alfatih Book Store.

Sinopsis:
Islam adalah agama yang sempurna, paripurna dan menyeluruh. Namun kesempurnaan Islam belum mewujud dalam kehidupan apapun kondisinya. Baik secara individual, secara masyarakat maupun negara.
Kaum muslim terpuruk di segala bidang. Sehingga nama Islam secara keseluruhan menjadi buruk persepsinya.

Sekarang tidak tertinggal pada kaum muslim kecuali anggapan teroris, penyebar agama dengan pedang ataupun pecinta anarkisme. Padahal pada suatu masa kaum muslim pernah menguasai 20jt km2 dalam suatu pemerintahan, satu kepemimpinan, satu bendera dan satu komando.

Pada saat itu kaum muslim memimpin di segala bidang. Penemu paling awal di dunia sains, matematika dan kesehatan. Pelopor di bidang astronomi, bidang dan fisika, serta ahli di bidang sastra dan bahasa. Dan pastinya pemimpin di bidang militer.

Kurang lebih  100 tahun kejayaan itu hilang dan sudah banyak usaha untuk mengembalikannya. Hanya saja banyak yang belum memahami, bahwa kejayaan itu terjadi saat masa diterapkannya Syariah dan Khilafah.

Love Story

"Don't make a love story." 

Terdengar suara ceramah dari dalam Masjid UI. Apa-apaan ini, kalimat pertamanya menohok gue banget. Hari ini memang ada event kajian membentuk keluarga Islami sesuai ajaran Rasulullah. Yaaa... gw belom berkeluarga sih, tapi buat persiapan aja. Hhihi...

Kemudian, ustadzah itu melanjutkan, "ketika kita memiliki kisah cinta di masa lalu, bukan dengan suami, maka akan timbul perasaan untuk membanding-bandingan suami dengan sang mantan. Makanya, supaya mencintai pasangan kita 100%, jangan mulai membuat kisah cinta sebelum menikah."

Dalem banget!
Gw emang telat sih, kajiannya udah dimulai sejak setengah jam yang lalu. Baru aja nyampe, kalimat pertamanya udah begituan. Seru nih... hhaha...

Di lain waktu, gw ikut kajian lagi dan bertanya, "menikah itu serem gak sih, masa kita harus hidup bersama dengan seseorang yang baru kita kenal dalam waktu singkat, sepanjang usia kita? Kayaknya berat untuk menerima... terasa kayak orang asing."
dan jawabannya menohok gw lagi, "terasa berat karena mungkin di hati kamu ada orang lain,"
Yaa Allah... pengen banget bisa mengendalikan perasaan semudah menekan tombol on dan off.

Banyak-banyak istighfar deh, biar nggak dijatuhcintakan pada seseorang yang emang bukan jodoh gw.
Dan semoga si jodoh gw itu juga nggak membuat love story dengan orang lain selain gw. Kalau pun udah telanjur, semoga pesona gw nanti bisa memudarkan kenangan manis dengan si masa lalunya. Wkwkwk...  

*Aamiin....

Siapa sih yang mau dibanding-bandingin?


Agar hati menjadi tenang

Kalo dosa bisa menjelma jadi bau busuk, maka gak kebayang deh baunya orang yg banyak dosa kayak apa. Baik banget Allah masih menutupinya. Banyak2 istighfar deh.

Kadang teguran itu datangnya dari diam. Ketika sesuatu berhenti, keadaan serasa datar, maka akan terbuka ruang untuk bertanya apa yang salah. Muhasabah deh, banyak2 mohon ampun sama Allah. Abis tu perbaiki diri.

Ingat induknya dosa? Sombong dan banyak maunya.
Iblis dulunya tinggal di surga, tapi dilaknat sama Allah karena sombong.
Nabi Adam juga dulunya di surga, tapi diasingkan ke bumi karena banyak maunya. Udah dikasih fasilitas banyak, masih juga menginginkan apa yang dilarang.

Bersyukur atas segala nikmat, akui kesalahan, dan mohon pengampunan. Hanya dengan mengingat Allah, hati jadi tenang.

---
Sungguh, gak bermaksud menggurui. Justru tulisan ini dibuat untuk pengingat diri sendiri.

Majelis Cinta Quran

"Kemaksiatan selalu membawa keburukan yang berujung pada penyesalan..." - ust.Felix Siauw

Alhamdulillah hari ini bisa hadir di masjid BI dalam kajian cinta quran bersama muslimah tangguh. Alhamdulillah nambah personil baru; Disa, Uni Nila dan Rima :)

Pembicara pertama, ust. Felix Siauw yang menjelaskan "kenapa kita harus menjadi muslim?". Setelah itu, materi tentang quran diperkuat oleh ust. Fatih Karim.

"Alquran adalah sumber kebahagiaan. Bagaimana kita bisa bahagia jika jarang berinteraksi dengannya? Maka penuhilah hak-haknya: baca, fahami, hafalkan, amalkan." - ust. Fatih Karim

Dengan semakin banyaknya interaksi kita dengan Quran, insyaAllah akan semakin tenang hidup kita dengan kemudahan-kemudahan yang Allah berikan.

Hikmah Membaca Al-Qur'an

Ada seorang ulama berguru kepada seorang guru. Selang beberapa lama, dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain. Gurunya berpesan: Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an. Semakin banyak baca Al Qur’an, urusanmu semakin mudah.

Dan muridnya pun melakukan. Dia membaca Al Qur’an 3 juz per hari. Dia menambahkan hingga 10 juz per hari. Dan urusannya semakin mudah. Allah yang mengurus semua urusannya. Waktu pun semakin berkah.

Apa yang dimaksud dengan berkah waktu? Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit. Itulah berkah Al Qur’an. Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu. Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah.

Padahal teorinya orang yang membaca Al Qur’an menghabiskan banyak waktu, mengurangi jatah kegiatan lain. Padahal teorinya orang banyak membaca Al Qur’an memakan banyak waktu, mengurangi waktu untuk kegiatan lain. Tapi Allah yang membuat waktu jadi berkah. Hingga menjadi begitu efektif. Hidup pun efektif.

Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Al Qur’an Salah satu berkahnya adalah membuka pintu kebaikan, membuka kesempatan untuk amal shaleh berikutnya. Salah satu balasan bagi amal baik yang kita lakukan adalah kesempatan untuk amal baik berikutnya.

- oleh Ust. Syarif Baraj, ODOJ

That's it! Gw juga merasakan sendiri manfaatnya.
Ketika gw lagi rajin baca qur'an, gw jadi lebih susah melakukan maksiat. Dan kalo gw lagi ngoding, bisa lebih cepat selesainya. Allah udah ngasih tau dimana letak salahnya, dan Dia memberi inspirasi untuk solusinya. Subhanallah :)

Tips

Tips for men

Do not marry 7 types of women:

1-(Al anaanah)-the woman who wines ,moans and complains all the time.
2-(al manaanah)- the woman who bestows favours ,gifts etc upon her husband then in the future says i did such and such things for you or on behalf of because of you ...
3-(al hannanah)-the woman who yearns or craves for her former husband or children of former husband
4-(all kanna-naa)- the woman who talks too much abut her family with pride of their wealth and achievements
5 ( al hadaaqah)- the woman who cast her eyes at things ( i.e always looking at some things to purchase, then desires it and then requires her husband to buy it(no matter what)
6-(al barraqah)- the woman who spends much of her time beautifying her face to mimic kafirs.
7- (al sadaqah)- the woman who talks excessively.

Tips for women

10 Ways to be a successful wife:

10. Use your 'Fitnah' to win the heart of your husband
All women have the ornaments that Allah blessed them with. Use the beauty Allah - Azza wa Jal - has bestowed you with to win the heart of your husband.

9. When your husband comes home, greet him with a wonderful greeting
Imagine your husband coming home to a clean house, an exquisitely dressed wife, a dinner prepared with care, children clean and sweet smelling, a clean bedroom - what would this do to his love for you? Now imagine what the opposite does to him.

8. Review the characteristics of the Hoor Al-Ayn and try to imitate them
The Qur'an and Sunnah describe the women in Jannah with certain characteristics. Such as the silk they wear, their large dark eyes, their singing to their husband, etc. Try it, wear silk for your husband, put Kohl in your eyes to 'enlarge' them, and sing to your husband

7. Always wear jewelry and dress up in the house.
From the early years, little girls have adorned themselves with earrings and bracelets and worn pretty dresses - as described in the Qur'an. As a wife, continue to use the jewelry that you have and the pretty dresses for your husband.

6. Joke and play games with your husband.
A man's secret: they seek women who are lighthearted and have a sense of humor. As Rasul Allah - sal Allahu alayhi wa sallam - told Jabir to marry someone who would make him laugh and he would make her laugh.

5. Thank your husband constantly for the nice things he does.
Then thank him again. This is one of the most important techniques, as the opposite is a characteristic of the women of hellfire.

4. An argument is a fire in the house.
Extinguish it with a simple 'I'm sorry' even if it is not your fault. When you fight back, you are only adding wood to the fire. Watch how sweetly an argument will end when you just say sincerely, "Look, I'm sorry. Let's be friends."

3. Always seek to please your husband, for he is your key to Jannah.
Rasul Allah - sal Allahu alayhi wa sallam - taught us that any women who dies in a state where her husband is pleased with her, shall enter Jannah. So .. please him.

2. Listen and Obey!
Obeying your husband is Fard! Your husband is the Ameer of the household. Give him that right and respect.

1. Make Dua to Allah to make your marriage and relationship successful.
All good things are from Allah. Never forget to ask Allah ta'ala for the blessing of having a successful marriage that begins in this Dunya and continues on - by the Mercy of Allah ta'ala - into Jannah.

"Hijab" Wanita Jepang: Amazukin & Okousozukin

Pernah melihat gambar wanita berkimono menggunakan hijab (penutup kepala)? Atau pernah melihatnya di layar kaca acara drama kolosal? Berarti wanita Jepang dahulu sama dong menutup aurat sampai berhijab?

Jangan heran, sesungguhnya penutup kepala yang saat ini dikenakan muslimah di seluruh dunia saat ini, bukanlah hal yang baru bagi orang Jepang. Terutama bagi kalangan sepuh ataupun pencinta kimono. Penutup kepala ini mereka kenal sejak zaman Kamakura disebut "Amazukin" dan zaman Meji taisho disebut: Okousozukin.

Zaman Kamakura (1185~1333) : Amazukin

Zaman kamakura, amazukin atau penutup kepala biasanya dipakai oleh para "Amba" (å°¼) atau biksuni.
Setelah menjalani masa pendidikan & pelepasan diri dari hal duniawi, para biksuni ini diharuskan menggunduli rambutnya atau memendekan rambut.

Kalaupun ada yang memilih memendekan rambut, para biksuni ini diwajibkan menutup kepala saat bertemu orang atau berada di depan khalayak ramai.

Warna Amazukin yang dikenakan ditetapkan yang tidak mencolok mata yaitu putih dan abu-abu. Warna putih paling mendominasi karena memiliki lambang suci ataupun bersih. Karena mereka sangat percaya orang-orang yang memilih jalan menjadi biksuni adalah wanita-wanita dengan akhlaq sempurna (baik).

Mungkin ada beberapa muslimah yang berhijab punya pengalaman pernah ditanya "obosan desuka?" (Rahib ya)? Jangan kaget, mungkin orang Jepang tersebut hanya ingin konfirmasi. Menilik sejarah Jepang, pakaian dengan hijab "amazukin" ini bukan barang baru. Biasanya mereka yang bertanya seperti ini, sedang mengagumi kita (ehem) dengan filosofi "wanita yang dapat tetap menjaga diri di tengah arus mordenisasi busana"

Zaman Meiji Taisho (1878) : Okousozukin

Berbeda dengan zaman kamakura, di zaman Meiji taisho ini dikenak penutup kepala yang bernama Okousozukin. Dikenakan pertama kali oleh wanita-wanita Jepang di daerah bersalju. Tujuan awal dari pemggunakan penutup kepala Okousozukin ini adalah untuk melindungi tubuh dari dinginnya salju.

Sesungguhnya kebiasaan memakai Okousozukin bagi wanita jepang di musim dingin telah dimulai sejak zaman Edo. Mereka yang memakai penutup kepala biasanya para samurai wanita. Untuk membedakan dengan pakaian perang dengan para samurai laki-laki.

Yang kemudian di zaman Meiji Taisho ini berkembang boleh dikenakan wanita siapa saja untuk melindungi dari dinginnya cuaca.

Dan Pada zaman Meiji Taisho ini pula Okousozukin berkembang pesat menjadi salah satu fashion saat di musim dingin. Mengenakan kimono saat musim dingin tidaklah lengkap tanpa tambahan fashion Okousozukin. Warna yang dikenakannya pun bebas, disesuaikan dengan kesukaan.

Penggunaan Okousozukin ini berkembang pesat, hingga orang-orang barat yang berkunjung ke Jepang pun tidak luput dari penggunakan fashion ini.


***
Sejarah Jepang menjadi salah satu bukti betapa fashionablenya penutup kepala.
Betapa terhormatnya orang yang mengenakan penutup kepala.



Sumber: facebook

Nah! Gw belom mencari tau sih hubungan Arab sama Cina itu gimana sejarahnya, tetapi pakaian keberasan orang Arab mirip banget sama pakaiannya Cina atau Jepang. Well, beda di kepala sih. hhehe...

Pakaian orang Arab
Pakaian orang Cina

Penyebab Hilangnya Nikmat

Ada dua hal master yang membuat kita kehilangan nikmat yang diberikan Allah. Setidaknya ini pernah dialami oleh Iblis dan moyangnya manusia, Nabi Adam. Coba kita cek ulang apa yang mereka lakukan sehingga nikmat yang ada pada mereka bisa dicabut sama Allah.

IBLIS                            
Zaman dahulu kala, iblis tinggal di surga dengan berbagai kenikmatan yang ada di dalamnya. Dia jauh lebih dulu shaleh daripada nabi Adam. Iblis menyembah Allah dan meyakini keesaan Allah. Hingga pada suatu hari, Allah memerintahkan iblis dan malaikat untuk bersujud pada Adam. Iblis menolak dan menyombongkan diri, bahwa dia tercipta dari api sedangkan Adam dari tanah. Apa yang terjadi? Iblis dijadikan makhluk terkutuk! Dan dia bersumpah akan menggoda Adam dan keturunannya agar menemani dia di neraka.
Kesalahan Iblis = sombong.

ADAM                        
Zaman dahulu kala, Adam dan Hawa tinggal bersama di surga. Hingga suatu hari Iblis menyebarkan gosip tentang adanya buah khuldi (keabadian), padahal buah itu adalah satu-satunya buah yang dilarang Allah untuk dimakan, di antara banyaknya nikmat yang ada di surga. Adam dan Hawa termakan rayuan iblis untuk memakan buah itu. Maka seketika itu tampaklah aurat dari keduanya. Allah murka. Adam dan Hawa diusir dari surga, pindah ke bumi.
Kesalahan Adam = banyak maunya.

Adam merasa sangat bersalah kepada Allah, hingga akhirnya bapak moyang kita ini bertobat. Mengakui kesalahannya, jujur sejujur jujurnya sama Allah bahwa dia telah kufur nikmat. Sudah diizinkan tinggal di surga dan diberikan apapun keinginannya, masih saja melakukan apa yang dilarang Allah. Padahal larangannya cuma satu: jangan makan buah khuldi.

Akhirnya, Allah menerima tobat nabi Adam dan beliau diizinkan tinggal kembali di surga-Nya setelah kematian, tentunya. Apa sebab? Tobat dan mengakui kesalahannya.
Iblis nggak melakukan itu, jadi dia dijanjikan kekal abadi di neraka setelah kiamat.

Insya Allah

Suatu hari, gw ditanya sama teman yang non muslim. "Besok bisa kelar nggak?" dan gw jawab, "InsyaAllah ya," terus dia malah ketawa hhahahahaha...
Suatu hari yang lain, gw lagi meeting internal dan dikasih deadline sama boss. Gw juga bilang, "insyaAllah," dan orang-orang yang ikut meeting di situ ketawa semua, termasuk yang muslim.

Ada apa dengan "insyaAllah"?
Kata "insyaAllah" ini sangat populer di Indonesia bukan hanya di kalangan muslim saja, tapi juga non muslim. Mungkin karena mayoritas penduduknya beragama Islam. Ga tau deh kalo di negara lain gimana, tapi tetep dong umat Islam kalo berjanji kurang afdol kalo nggak pake "insyaAllah".

Gw tau banyak banget orang yang mengartikan insyaAllah dengan "gimana ntar mood gw aja deh" yang berarti menunjukkan keragu-raguan. Akibatnya, banyak juga orang yang nggak percaya dengan janji yang pakai "insyaAllah" di ujung kalimatnya. Padahal arti "InsyaAllah" itu adalah "Jika Allah menghendaki". Tanggung jawabnya berat lho karena melibatkan Allah juga.

"Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu 'sesungguhnya aku akan mengerjakan esok,' kecuali (dengan mengucapkan) insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah 'mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini'." (QS Al-Kahfi: 23-24).

Di ayat tersebut Allah memerintahkan ucapan semacam "Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok" harus diikuti dengan ucapan Insya Allah. Kalimat "InsyaAllah" menunjukkan tawakkal. Yakin bahwa Allah-lah yg Maha Menentukan sesuatu kejadian. Manusia hanya berencana dan berikhtiar, Allah yang menentukan hasilnya. Manusia terlalu lemah untuk mengucapkan "pasti", karena Allah dapat berkehendak lain.

Jadi yang berjanji pake "InsyaAllah" itu 99,99% pasti. Hampir 100%. Yang 0,01% adalah faktor X yang merupakan kehendak lain dari Allah yang memang bisa mengubah 99,99% lainnya.

Kalo ga yakin atau ga bisa memastikan, bilang aja "Wah, gw ga bisa tuh," atau "kayaknya gw ragu deh bisa ikutan,". Dan kalo sudah benar-benar yakin bisa, baru deh bilang "insyaAllah". Ingat, janji harus ditepati.

Hukum Membayar Puasa Ramadhan di Bulan Lain

Bismillah...
Saking banyaknya pertanyaan tentang puasa ramadhan yang bisa digantikan di bulan lain, saya menemukan rangkumannya di chirpstory ust. Felix Siaw (lagi) untuk referensi jawabannya. Takut keburu tenggalam, jadi saya abadikan di sini ^_^)v

So, inilah FAQ tentang fidyah dan qadha puasa di bulan Ramadhan:


Puasa diwajibkan Allah kepada semua yg beriman. Namun tentu saja, diantara kaum yg beriman ada yg mampu dan ada yg tidak mampu. Syariat menerangkan golongan yang tak mampu adalah:
1) org sepuh lanjut usia yg susah puasa
2) org yg menderita sakit yg tak diharap sembuhnya

org sakit yg tak diharap sembuhnya ini semisal sakit menahun, lambung bocor, kanker ganas, atau yg memang tak memungkinkannya puasa. Bagi kaum yg tak mampu puasa ini, maka Islam perintahkan mereka membayar fidyah (QS 2:184), (yaitu) memberi makan seorang miskin.

Fidyah ini berupa satu porsi makan (yg biasa kita makan) yg diberikan pada 1 org miskin, sebagai ganti 1 hari tak puasa. Misal puasa pada tahun itu 29 hari, maka berikan 29 porsi makan ke org miskin. 1 orang miskin 29x boleh, atau 29 org miskin 1x makan boleh.

Boleh pula memberi uang yang setara dengan itu dan memberi fidyah ini dilakukan setelah bulan puasa berakhir, bukan sebelumnya. Ok, clear ya tentang fidyah ini. Singkat cerita, fidyah ini hanya diberlakukan pada kaum beriman yang tak mampu menjalankan puasa.

Nah, bagi yang beriman dan mampu untuk puasa, maka dia wajib menjalankan puasa pd bulan ramadhan, there's no doubt about it :)

Bila dia mampu puasa, namun batal puasa dan tak ada udzur (alasan) syar'i, misal: gauli istri saat siang hari, maka bayar kafarat.
Kafaratnya:
1) memerdekakan budak, atau
2) puasa 2 bulan berturut, atau
3) bersedekah pada 60 fakir miskin.

Bertahap sesuai urutan. Maksudnya bila nggak mampu merdekakan budak, baru puasa 2 bulan berturut, kalo nggak mampu juga baru sedekah kepada 60 fakir miskin.

Lalu, bagaimana jika batalnya karena ada udzur (alasan) syar'i? Maka baginya mengganti puasanya (qadha), dibayar di hari yg lain. Udzur syar'i yg boleh membatalkan puasa ini seperti musafir, haid, ibu hamil/menyusui, sakit temporer yg mengancam jiwa, dll. Lebih jelasnya tentang pembatalan puasa, boleh lihat bagan ini :)

bagan pembatalan puasa


Nah, khusus untuk ibu hamil atau menyusui, jumhur ulama, dan pendapat terkuat mewajibkan bumil/busui tetep qadha (ganti) puasanya. Madzhab syafi'i tambahkan, bila bumil/busui tak puasa krn khawatirkan bayi maka mereka jg wajib bayar fidyah selain wajib qadha puasa. Bila bumil/busui tak puasa krn khawatirkan dirinya atau dirinya sekaligus bayi, maka madzhab syafi'i memandang cukup bayar qadha saja.

Bagaimana bila hutang puasa belum terbayar sampai ramadhan berikutnya? Maka tetep dihitung yg telah lalu, dan tetep harus di-qadha. Tidak ada dalil, bahwa ketika hutang puasa belum terbayar sampai ramadhan kedepan, maka jadi 2x lipat. Ok, kelir ya? :)
Namun, ulama bersepakat, bahwa lalainya seseorang bayar hutang puasanya sampai ramadhan berikutnya adl maksiat, jadi segera bayar ya :)

Lalu, bolehkah menggabung niat puasa sunnah dengan qadha puasa?
Tidak boleh, karena satu niatnya wajib, satu niatnya sunnah. Bila menggabung niat puasa sunnah, seperti shalat senin-kamis, digabung puasa sunnah syawal, maka ini dipersilahkan madzhab syafi'i

Bagaimana bila lupa hutang puasa karena sudah tahunan yg lalu?
Ya dikira-kira aja, dan di-qadha semuanya, karena itu hutang.

Bolehkah bayar qadha puasa yg terlalu banyak dengan fidyah?
Nggak ada dalilnya, jadi jangan coba-coba, kecuali bila ada dalilnya :)

Apakah Wanita yang Sedang Haid Boleh Membaca Al-Quran?

Apakah Wanita yang Sedang Haid Boleh Membaca Al-Quran?
Menurut ust. Felixsiauw melalui akun twitternya, seperti inilah kira-kira:
 
Lelaki dan wanita, sama dicipta sempurna. Mereka dicipta sebaik-baik penciptaan oleh Sang Pencipta. Adapun perbedaan diantara mereka bukan berarti pilih kasih. Ia dimaksudkan melengkapi satu sama lain hingga utuh.

Bagi Muslimah, ia dapatkan kehormatan dari Allah dengan miliki rahim yang membentuk hubungan kerabat, silaturahim. Karena itulah wanita selalu didatangi tamu bulanan, bukan sebagai hukuman namun sebagai tanda kesuburan. Maka haid harusnya tidak dianggap jadi beban, itu hanya bentuk ibadah kepada Allah dengan cara yang lain.

Saat haid shalat yg ditinggal karena Allah adalah pahala. Larangan-larangan yang ditaati karena Allah berbuah surga. Jangan dikira tak dapat lakukan shalat saat haid sebagai pengurang kebaikan. Bila itu diperbuat karena Allah itu sebenar kebaikan. Lagipula, tidak semua ibadah terlarang dilakukan saat haid. Masih banyak sekali ibadah yang tetap bisa dibuat saat haid.

Membaca Al-Qur'an, dzikrullah, membaca buku Islam, berdoa, ikut kajian Islam dan sebagainya, takkan pernah habis kebaikan bagimu :)
membaca Al-Qur'an? bukankah tidak boleh dalam keadaan tak suci?
Begitulah pemahaman umum, mari kaji dalil kebolehannya.

Pertama-tama, ini adl dalil yg melandasinya, 
"tidak menyentuhnya (Al-Qur'an) kecuali orang-orang yg disucikan" (QS 56:79)

Juga hadits shahih dari Nabi Muhammad saw, 
"tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali engkau dalam keadaan suci” (HR Al Hakim)

maka kedua dalil diatas cukup menjadi alasan tidak bolehnya wanita haid (tak suci) atau lelaki junub (tak suci) menyentuh Al-Qur'an. Maka mushaf Al-Qur'an (lembaran-lembaran Al-Qur'an), termasuk sampul dan keseluruhan buku, harus disentuh dlm keadaan suci. Namun dalil diatas membahas tentang menyentuh Al-Qur'an, bukan hukum membaca Al-Qur'an. Mmari kita simak dalil lain.

Satu waktu Rasulullah dan Aisyah sedang ingin melaksanakan umrah, namun Aisyah dapatkan haid pada masa itu. 

"lalu berhajilah, lakukan apa yg dilakukan oleh orang yg berhaji kecuali thawaf dan shalat” 
(HR Bukhari Muslim)

bila membaca Al-Qur'an adalah termasuk amalan utama bagi yg berhaji, maka ini menunjukkan bolehnya wanita haid membaca Al-Qur'an. Ibnu Taimiyah dalam Majmu Al-Fatawa juga menyetujui pendapat demikian, bahwa Muslimah boleh membaca Al-Qur'an saat haid.

boleh membaca Al-Qur'an saat haid, hanya saja bagi wnaita haid, dilarang mereka untuk menyentuh Al-Qur'an ketika membaca Al-Qur'an. Maka silahkan membaca Al-Qur'an, dan gunakan sarung tangan atau kain untuk memegang mushaf Al-Qur'an dan membalikkan halamannya.

kesimpulannya diperbolehkan membaca Al Qur’an bagi wanita haid dan nifas, asalkan tidak menyentuh mushaf Al Qur’an. Inilah pendapat Imam Malik, Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hanbal, juga Imam Bukhari, Ibnu Hazm, dan Ibnu Taimiyah. Mengenai membaca Al-Qur'an dalam keadaan hadats kecil, maka itu boleh saja, namun lebih utama memiliki wudhu.

“kaum muslim bersepakat bolehnya membaca Al-Quran untuk org yg hadats kecil, lebih utama hendaknya dia berwudhu" (Imam Nawawi)

Bagaimana membaca hafalan Al-Qur'an?
Maka ia dibolehkan baik dlm keadaan hadats besar atau hadats kecil. Dekati Al-Qur'an, ia bacaan terbaik dimuka bumi. Bila TL terus kita pantau, Al-Qur'an lebih layak di kaji :)
begitu pula ikuti kajian di masjid, dalil yg dipakai sama, ketika Rasul perbolehkan segala hal pada Aisyah kecuali thawaf dan shalat. Maka ada pendapat yang mengatakan bahwa Muslimah haid pun boleh memasuki masjid selama ada keperluan ikuti kajian. Tentu saja selama Muslimah yg sedang haid ini bisa menjaga tidak mengotori masjid dan tempat shalat :)

demikian yg bisa kita share, kebenaran milik Allah. Pendapat lain bukan berarti salah, selama ada dalil, beda itu boleh.Termasuk amal yg boleh dilakukan saat haid: memotong rambut dan kuku, dan tidak perlu dikumpulkan untuk dicuci pas suci :)

FYI di Islam Itu Indah, ust. Maulana bilang sebaiknya rambut dan kuku dikumpulkan untuk dicuci setelah selesai haid. Wallahualam :-/

Search This Blog