Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Khasiat Terong Belanda

Hari ini mamang OB nawarin jus varian baru, terong belanda. Jus terong belanda ini eye catching, ada dua warna dalam satu gelas. Beda sama jus-jus lainnya yang ditawarkan mamang.

jus terong belanda
Penasaran, gw search wujud terong belanda. Ternyata terong belanda itu mirip tomat dan memang ada yang menyebutnya tomat pohon. Rasanya agak asam tapi enak dan segar. Hhehe... itu karena terong belanda mengandung unsur: air, lemak, serat, protein, kalsium, magnesium, vitamin A, vitamin C, karbohidrat, zat besi dan fosfor.

Selain itu gw juga mencari tau beberapa khasiat dari terong belanda, yaitu :
  • Menyegarkan tubuh
  • Meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh
  • Mencegah kanker
  • Memperbaiki DNA yang rusak
  • Berperan sebagai antioksidan
  • Menjaga kesehatan mata
  • Menyembuhkan dan meredakan panas dalam
  • Menjaga dan melancarkan proses pencernaan
  • Mengobatin penyakit maag.
Karena rasanya yang enak dan menyegarkan, jus ini akan jadi jus favorit gue. Hehehe....

Pocky Matcha: Halal atau Haram?

Pocky matcha Indonesia

Siang ini ada mbak-mbak pakai baju kimono yang datang ke kantor membagikan sebungkus Pocky Matcha ukuran 33gr. Hmm... green tea, pocky, pasti enak! Tapi masalahnya pocky tidak memiliki label halal. Bisa kah umat islam mengkonsumsinya?


Bagi umat islam, tidak semua makanan boleh dimakan karena sebab tertentu:
  1. Makanan itu memang jenis makanan yang diharamkan, atau mengandung unsur yang diharamkan.
  2. Cara mendapatkan makanan itu yang diharamkan; misalnya didapat dari hasil curian, atau tidak mengucapkan basmalah saat hendak menyembelih hewan.
Panjang ceritanya kalau membahas makanan halal dan haram.
Untuk urusan pocky ini, saya cek komposisinya... tidak ada unsur yang diharamkan. Ada juga yang bilang kalau pocky yang diproduksi di Jepang ada gelatin babinya, sedangkan yang diproduksi di Thailand halal dimakan. Nah, saya dapatnya yang diproduksi di Thailand. Katanya sih, sebenarnya di Thailand sudah ada sertifikat halalnya, tetapi di Indonesia masih dalam proses. Dan katanya juga, kalau produk Indonesia sudah pasti tidak bisa beredar jika ditemukan kandungan yang tidak halal.

Kita masih dilema, jadi selagi kita browsing halal atau haramnya, si pocky kita biarkan saja di ujung meja. Sambil beberapa kali diajak selfie. *masih aje


menunggu kepastian sertifikasi halal Pocky, 
tak ubahnya menunggu kepastian sertifikasi kau menghalalkanku. Tidak ada kejelasan...
- oleh iFath Tunjung 

Setelah mencari-cari jawaban, ternyata lebih banyak yang "boleh, makan aja". Akhirnya kita putuskan untuk makan si pocky matcha itu. Sekian.

Hemat waktu dengan sedikit pilihan

Mark Zuckerberg
Tetiba gw ingat sebuah artikel tentang founder Facebook, Mark Zuckerberg. Ada sebuah pertanyaan kenapa setiap hari Mark selalu memakai kaos abu-abu dan celana jeans?

Ternyata Mark memang memiliki banyak kaos abu-abu dan celana jeans. Dia tak suka memusingkan hal sepele macam ini, "hari ini ke kantor pake baju apa ya?"

Dengan membatasi pilihan, kita bisa menghemat banyak waktu dan mengalihkannya untuk hal yang lebih bermanfaat. Pernyataan dari Mark Zuckerberg ini besar pengaruhnya buat gw. Baca aja curhatan gw tahun lalu tentang salah satu penyebab gw telat (klik!). Guys please, telat beneran, bukan telat tanda kutip. Eh kok gw jadi ikutan mikir ke situ sih? *ah elaah

Dengan memiliki sedikit baju kondangan, gw kita bisa sampai ke lokasi lebih cepat. *curhatan cewek banget ini* wkwkwk... begitu juga dengan baju kerja, bisa dijadwal buat seminggu baju apa yang mau dipake, biar tiap hari nggak dipusingkan dengan masalah sepele. Gw harus mencontoh Rakay nih kalo urusan ngantor. Hhaha... demi kebaikan perusahaan, dan demi kedisiplinan diri sendiri sih yang paling penting.

Jadi menurut gw, semakin sedikit pilihan yang lo punya, semakin teratur hidup lo, dan semakin kecil peluang lo buat menyesali yang telah terjadi. Apanya yang mau disesali? Pilihannya cuma itu doang, gak akan ada perasaan menyesal karena nggak memilih pilihan yang tadinya mau lo ambil. Tapi jangan menutup peluang juga... Banyak pilihan bingung, nggak ada pilihan pusing. Nah!

Pengalaman Belanja Di Zalora (Sejujur-jujurnya)

Hai, kembali lagi bersama Retno di sini. Malam ini gw mau cerita sejujur-jujurnya tanpa disponsori pihak mana pun, pengalaman gw yang baru pertama kalinya belanja di Zalora.co.id

Zalora, Asia's online fashion destination, adiknya Lazada, yang iklannya cukup gencar di berbagai media. Situsnya terlihat elegan dan sangat profesional, mungkin karena gambar produknya yang kelihatan bagus banget. Awalnya iseng buka-buka situs fashion itu, mencari sepasang sepatu impian. *yaelah masih aja*

Zalora : Asia's online fashion destination
Pernah baca beberapa testimoni dari orang-orang, yang kalau beli barang wearable secara online, barang sama gambar yang dipajang di situsnya suka beda. Lebih jelek barang aslinya, daripada yang dipajang di web. Mending liat langsung.

*) Beda dengan e-commerce lainnya, gw pikir Zalora udah punya nama, iklan di mana-mana... gak mungkin kan dia mengecewakan pelanggan? Mau ditaro mana harga dirinya?? Kepercayaan konsumen itu priceless loh. Maka gw memberanikan diri order di situs itu.

Koleksi barang-barang fashion di Zalora emang bagus-bagus sih, gw suka. Hhehe... yaa walaupun  Barang-barang di zalora kan harganya tinggi, beda banget klo beli di toko konvensional, padahal produknya sama. Gapapa lah, gw belum ada waktu lagi buat hunting ke toko. wkwkwk...

Langsung aja order tanpa mikir kalo zalora bisa aja menipu gw. Bisa aja zalora ternyata nggak seperti lazada, yang selama ini belum pernah mengecewakan gw. Kalo rejeki nggak akan kemana, kan udah bayar zakat tiap bulan. tsaaaah~ yoi banget.. gw menyelesaikan proses transaksi, juga karena mengingat faktor yang telah gw sebutkan tadi.*

Waktu itu order hari sabtu, perkiraan barang datang 1-3 hari untuk wilayah Jakarta dan 2-6 hari untuk luar Jakarta. Hari Selasa, iseng gw cek orderan gw. Ternyata Zalora punya pihak ekspedisi pengiriman barangnya sendiri, ZDEX. Lah gw nge-cek resinya gimana? Gw pikir ZDEX itu semacam JNE, punya situs sendiri untuk pengecekan resi. Gw googling lah ZDEX itu. Ternyata.................

Laman yang keluar bukanlah situsnya ZDEX karena memang ZDEX lazada tidak memiliki situs untuk pengecekan resi. Bisa ditanyakan langsung via live-chat di website zalora. Tetapi yang muncul adalah tulisan-tulisan complain dari pelanggan yang kecewa dengan zalora.

Ada yang ketika transaksi selesai, tetapi order dibatalkan secara sepihak dan refund uangnya lamaaa banget. Ada yang barang berbulan-bulan baru nyampe. Ada yang bermasalah sama vouchernya. Ada juga yang ribet sama kurirnya, janjian buat COD, dll.... dan berbagai hal yang nggak mengenakkan lah. Zalora dituduh mentang-mentang ngasih pengiriman gratis, jadi seenaknya aja ngirim barang nggak dicek dulu.

Gw langsung hubungin customer service, minta dilacak barang gw udah sampe mana... soalnya keterangan di website zalora cuma "TERKIRIM". Nggak cukup puas sama status itu, tapi si CS bilang, "tunggu aja mbak, kalo dalam estimasi waktu yang kita tentukan barang belum diterima, kami bantu melacak barangnya."


Sempat tanya-tanya sama temen sebelah kubikel, "pernah order di zalora ga? kok banyak testimoni yang nggak menyenangkan gini sih?" dia jawab belum pernah. "barang-barang kayak gitu sih lu beli aja di toko konvensional. Tuh ke Penvil, masa iya nggak dapet yang sreg?" wkwkwk... akooh udah nge-zing sama yang di zalora, kakak... :'))

Pulang kerja gw langsung tanya orang rumah, ternyata barang persanan gw udah datang. Semuanya! Alhamdulillah... cepet banget dong ya. Barangnya juga bagus, sesuai harapan dan jatohnya nggak gitu mahal karena lagi diskon dan dapat voucher 75000 dari pendaftaran newsletter. Voucher pun bisa digunakan tanpa hambatan.

Ternyata nggak seseram testimoni yang gw baca. Semoga tulisan ini bisa menjadi pertimbangan juga bagi calon pelanggan onlineshop. Thanks Zalora. Sukses terus, semoga makin laris dan membuat pelanggan tersenyum manis.

---
PS: Mbak Fath, orderan gw udah nyampeee.. uhuyy ^^

Ego

Tadi gw nonton lagi film Marmut Merah Jambu yang diangkat dari novel yang sama oleh Raditya Dika. Ada adegan ketika Dika bilang ke Cindy, "Lo cuma mau melakukan apa yang lo inginkan, dan lo gak menghargai apa yang orang lain inginkan juga."

Kok gw berasa jleb banget gitu ya?

Karena kadang-kadang gw ngerasa egois, melakukan sesuatu yang membuat gw senang tanpa peduli keinginan dan kebutuhan orang lain di sekitar gw. Ah~ doain aja ya, biar gw bisa menuju perubahan yang lebih baik.

Gak lama kemudian, gw nerima email blast dari website kuis-kuisan. Ada kuis how old do people think you are. Iseng-iseng gw coba, dan hasilnyaaa.....

People think that you are

23 years old.

You just love life and are always looking for new experiences or challenges. Your life seems to be on track and you still can't quite believe how much you love your newfound freedom and independence. What you'd liek most is to travel the world and sicover new people and cultures, but you know that a little sacrifice now will bring all sorts of rewards later on.

PAS banget! Hhaha....
Usia gw sekarang emang segitu dan masih demen banget mencoba hal yang baru tanpa keluar track.. pengen berpetualang, mencoba ini dan itu. Ntar ya, kalo udah capek baru berhenti. Kayak Hanum Rais di novelnya 99 Cahaya di Langit Eropa, balik lagi ke titik awal.

Maapin aku yaa... siapa tau dear readers ada yang pernah ngerasa di-egois-in sama aku :(
doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.
doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.
doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.

doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.
doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.

doain aja, biar aku bisa menuju perubahan yang lebih baik.

beneran loh doain.

Retno dan Rhein Fathia

Ketika SMP, gw nge-fans sama seorang penulis berinisial RF. Gak sebut nama ya, penulisnya suka narsis soalnya. Hahaha... oke baiklah, namanya udah gw tulis duluan di judul. -__-
Itu penulis novel pertama gw, dan Alhamdulillah ceritanya bagus. Gw suka banget, bahkan dari awal pertama kali gw pegang novel itu di toko buku.

Beberapa hari kemudian, gw cerita sama Aisyah kalo gw punya novel ini dan gw suka ceritanya. Aisyah pinjam novel gw dan ternyata dia juga suka banget. Di antara tokoh novel itu, favorit kita adalah Andromeda. Padahal cuma tokoh figuran, tapi dalam bayangan kita tuh sosok Andromeda udah oke banget; ganteng, pinter, soleh, rendah hati, bijaksana, tajir pulak. Perfecto. Beneran ada nggak sih sosok itu? :D

Ketika masuk SMK dan udah nggak bersama Aisyah lagi, gw baru punya blog dan membuat review novel itu di blog gw. Ternyata.... dikomentarin sama penulisnya langsung! Haha... Rasanya sumringah banget, langsung gw kepoin itu RF. Akun facebook, blog, twitter, plurk, pokoknya semuanya. Rasanya gw udah kenal dia lama banget, sampe tau kehidupan pribadinya; adik-adik, orang tua, bahkan cowoknya. Kalo penulis itu cowok, jangan-jangan gw langsung ngerasa dialah jodoh gw. Wkwkwk...

Aku Tak Suka Novel Itu!

Jum'at sore selepas jam kantor, sambil menunggu maghrib gw dan teman-teman kantor ngerumpi di lobi. Ashar tadi Ela datang ke kantor, ngasih kue (dia jadi pinter masak sejak nikah) dan mengembalikan buku Suci.

Salah satu buku itu adalah karangan Tere Liye yang berjudul "Rembulan Tenggelam di Wajahmu". Tebal novelnya sekitar 500 halaman, cover-nya didominasi warna jingga dan sinopsisnya tentang kehilangan. Gw gak meragukan deh klo novelnya Tere Liye pasti berkualitas. Klik banget di gue. Hehe... tapi, tentang kehilangan?

Gw: "Novel lo yang Sunset Bersama Rosie aja belom gw baca semua Ci."
Suci : "Kenapa? Udah tau ya akhirnya gimana?"
Gw: "Nggak, gw sebel sama ceritanya. Gak sukaaa."

Fyi, gw udah pernah buat review novelnya di sini (klik). Novel dengan cerita paling reseh yang pernah gw baca! Memaknai rasa cinta dengan cara yang beda. Hiks... rasanya pengen gw jitak bang Tere, bisa-bisanya nulis cerita cinta se-sadis itu.

*eh ampun bang!

Tetiba Bu Farah, Mamih kita yang cantik itu, lewat.
Dia bilang, "loh kenapa lu gak suka?"
Gw jawab, "ceritanya reseh bu."
"Terserah penulisnya dong mau nulis cerita kayak gimana... yaudah ya, duluaan..."

Gw kayak terhenyak gitu sama jawaban singkat bu Farah yang kesannya sekedar numpang lewat. Emang bener sih, terserah penulisnya mau nulis apa. Nasib pembaca, nikmatin aja  apapun yang diceritakan sama si penulis.

Termasuk harus legowo juga sama cerita di Lauhul Mahfuz yang sudah ditulis sama penulisnya Yang Maha Sempurna, Allah. Yakin aja, ada hikmah dari setiap kejadian.

Train your mind to see the good in everything, even at the toughest of times. Positivity is a choice. The happiness in your life depends on the quality of your thoughts. - Dr.Bilal Philips

Game seru gratisan di android

Awalnya hp gw gak diinstall game sama sekali,  tapi karena bosan di kereta, gw install game ringan. Maunya sih yang game tembak-tembakan warna. Entah itu balok atau bubble, pokoknya kalo ditembak dengan warna sama, bloknya pecah. Ngerti nggak? Semacam fruit splash gitu deh.

Gw cari di playstore dengan kata kunci bubble game. Lalu ketemu dengan game Bubble Journey.
Visualnya oke, jadi gw download. Tadinya kan mau buat game iseng-iseng gitu... tapi ternyata gw ketagihan. Hhaha... gak cuma mecahin bubble aja, sekalian asah otak. Lama-lama mecahinnya harus pake mikir. Daya tariknya game ini, gampang2 susah. Bikin penasaran di tiap levelnya. Plus, visualnya bagus. Gw suka.

Game Bubble Journey
Maen game itu berlanjut seminggu kemudian. Gw udah sampe level 37. Beberapa kali nyoba, gagal terus. Akhirnya terpaksa minta bantuan Ian. Awalnya dia rada sotoy gitu, pake ngeledekin gw segala... tapi ternyata dia juga gagal terus. Hhaha... dan kita jadi maen ledek-ledekan. Sampai kemudian...

Ian ngasih tau game favoritnya belakangan ini. Namanya Unblock Me. Dia ngasih gw tantangan level 127, grade expert. Wuahhh... ian mau beliin gw minuman segar kalo gw berhasil mecahin puzzle itu. Hhihi... Waktunya 45 menit. Setelah dia ngejelasin cara mainnya, gw coba sendiri.

Game Unblock Me
Ternyata susyaah bingits...
Dan ian udah pernah menyelesaikan tantangan ini sebelumnya. Keyenn!
Sampai 35 menit kemudian, gw nyerah. Diapa-apain aja udah gak bisa gerak. Hiks... gak jadi dibeliin minuman deh.

Abis tu, ian senyum-senyum penuh kemenangan. Minta dijitak banget tu anak, ketika dia ngaku sebenarnya dia belum pernah menyelesaikan level itu. Dia ngaku kalo itu level paling susah yang dia kerjain. Jadi buat menyelesaikannya dia pake opsi bantuan! Ah curangnyaaaa ~

Tapi dari situ gw jadi ketagihan. Wkwkwk... gw donlot game itu di hp gw. Maen di grade beginner aja dulu. ^^

Besok-besok mau ngasih tantangan ke Ginjiro Sensei. Kebetulan di kantor juga gw, Ginjiro sensei dan Bobby lagi suka main game BrainWars.

Game BrainWars ini buat mengetahui level kecerdasan kita. Ada chicken, turtle, rabbit, cat, dog, dan yang tertinggi itu human. Serunya, kita bisa menantang satu orang teman buat adu kecerdasan. Klo nggak punya temen, sistemnya bisa memilihkan acak siapa pengguna yg sedang online. Kayak line getrich.

Dari hasil main game ini, pelajaran yang gw dapatkan adalah:

Fokus pada tujuan, sesuatu yang bisa jadi gebrakan besar dalam hidup. 

Terkadang kita terlalu asik bermain pada hal-hal yang kurang perlu. Terlalu asik, sampai lupa tujuan yang sebenarnya. Tanpa sadar, kita gak punya banyak waktu lagi yang tersisa buat menjalani misi. Akhirnya malah kalah.

Kita juga kadang memandang rumit pada sesuatu yang sebenarnya sederhana. Mungkin kita butuh sedikit jarak, melihat lebih jauh gambaran keseluruhan untuk mengambil keputusan yang tepat, dan akhirnya memang menemukan kesederhanaan itu. Intinya, lihatlah dari seluruh sudut pandang.

Yang gak kalah penting, tentang kesabaran. Ada saatnya ketika gw harus mundur supaya bisa bergerak lebih jauh lagi. Mengalah, bukan berarti kalah. Sometime things aren't always as they seem.

Langkah kaki sandal jepit

Ada banyak sekali cara yang tak terduga, bahkan yang menurut kita paling mustahil. Hujan, dingin, gelap. Gw gak tau ke mana kaki ini akan melangkah. Pengen cuek juga gak bisa. Gw galau banget malam ini karena merasa nggak membawa manfaat banyak bagi orang lain, dan gw nggak tau harus ngapain. Keinginan sih ada, tapi karena masih dipending, gw jadi ngerasa harus menyiapkan rencana cadangan. Apa itu? GW NGGAK TAU.

Teringat kembali sebuah ayat bahwa gak ada yang gak mungkin bagi Allah. Gw belom ada gambaran pasti mau ngapain ke depannya. Jalani aja lah, sambil melakukan terbaik yang bisa dilakukan. Gw juga gak tau ke mana takdir akan membawa, tapi yakin aja apapun itu pasti yang terbaik dari Allah.

Kalo Allah nggak memberikan apa yang gw pinta, pasti bukan karena Allah nggak bisa. Apa sih yang nggak mungkin? Tapi pasti karena Allah nggak mengizinkan. Kata seorang abang bijak di kantor, yang gw pinta belum tentu yang terbaik. Nggak usah terlalu ngoyo, jalanin aja yang udah dikasih sama Allah.

Mungkin selama ini gw udah bandel banget gak ngertiin maunya Allah, sotoy dengan rencana sendiri. Ah~ akhirnya Allah selalu punya cara menyeret gw kembali padaNya. Skenario yang sama sekali gak gw prediksi sebelumnya, tapi begitu indah. Hhehe... شكرًا جدّن يا اللّه 
Emang sih udah lama banget ruhiyah gw berasa kering kerontang gegara jarang mengkaji Islam, ibadah jadi berkurang.... Jenuh banget lah. Pengen kembali ke jalannya Allah ajaa... aku pada-Mu banget deh yaa Allah...

...
Pulang kerja gw jalan kaki ke salah satu mall dekat kantor buat mengais sedikit ilmu kehidupan *tsaaah. Bagi gw sih itu mall lumayan elit. Hhihi... tapi berhubung hujan, jadi gw ke sana pakai sandal jepit. Berasa banget dong gw diliatin sama salah satu cewek kece pengunjung mall. Hhihi... so what?? Tapi gw liat ada bapak2 bule pake sendal jepit sama celana pendek. Pedemeter gw meningkat :))

Terus ada juga cewek bule yang menyapa gw, dia kayaknya gak masalah gw pake sendal swallow. Lagian emangnya dia tau predikat sendal sejuta umat itu? Wkwkwk... Gw jadi ingat exo, boyband korea yang pake sendal swallow di Indonesia sampe balik lagi ke Korea. ^_^) Hidup sendal jepit!

Ah, terkadang orang lain hanya melihat dari tampilan fisik saja.

Memilih Tambatan Hati

Rasulullah bersabda : ”Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena kecantikannya, karena nasabnya, karena agamanya. Pilihlah karena agamanya agar kamu beruntung.”

Temen gw, udah punya cwe masih aja lirik-lirik cewek lain sampe galau sendiri pilih yang mana.
"Terserah lu deh pilih yang mana asal jangan pilih gue." :)) bisa nangis bombay  klo gw punya cwo ky dia. setahun ada 365 hari, nangisnya bisa 500 kali gue! LOL 'audzubillah min dzalik...
"PASTI itu No. Pasti, gw gak akan milih elu. Hahahaha...."

-____-

Jujur lagi ya, cewek yang ditaksir sama temen gw ini emang lebih oke daripada cwenya sendiri. Katanya sih lebih tajir, kelihatannya lebih cantik dan dari keluarga berada. Maka gw teringat sabda Rasulullah perihal memilih wanita. Ya siapa tau aja temen gw itu udah mulai mau menjalin hubungan ke arah yang lebih serius, jadi sebelum terlambat.

Ketika pagi itu gw mau menyampaikan sabda Rasul, dia udah kusut duluan.
"Gw galau No, galaaauu....." katanya. Padahal gw baru pengen ngasih jawaban tapi dia bilang udah tau jawabannya. Dia cerita, kemarin jalan sama cewek gebetannya menghabiskan uang sekian rupiah. Padahal cuma sekali jalan. "Mendingan cwe gue deh... masih mau diajak susah dikit. Kadang-kadang malah dia yang nraktir gue..."
"ade lu pernah nggak lu perlakukan begitu?"
"nggak...."
"nyokap?"
"nggak juga, No.... gw galau... udah ah, mau nyetel musik yang galau-galau.." jiaaaah...

Ya, gw paham.. apakah bersama dengan wanita cantik, tajir dan dari keluarga berada bisa memastikan hidup akan bahagia dan bebas dari kesulitan? Menurut gw sih harta bisa dicari bersama dan kecantikan itu relatif. Kalo hartanya udah terkumpul banyak, istrinya kan bisa mempercantik diri pake perawatan ini-itu. hhaha... *salah fokus*
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya” Artinya.... jadi cewek jangan kelewat matre. Gitu kan ya?

"yaa... anggap aja kemarin itu dia nge-test kantong lo." gw coba menghibur.
"nge-test kantong masa sampe 2x ?? waktu itu malah lebih parah..." dan temen gw itu cerita lagi kejadian lebih nyesek yang meninpa dirinya. "harusnya gw test dia juga ya? Bisa nggak dia diajak hidup susah... kalo minta ini itu nggak gw kasih..."
"cakep! Nah itu tau...." hhaha.... kayaknya temen gw ini harus baca postingan gw sebelumnya deh (klik!).

Dan buat kaum hawa, gw baru aja baca profil Sultan Mehmed II alias Muhammad Al-Fatih, The Conqueror, Penakluk Konstantinopel yang tersohor itu. Udah tau kan bisyarah Rasulullah tentang siapa yang akan menaklukan kota itu? Yak. Sebaik-baiknya pemimpin!
Apa rahasinya? Muhammad Al-Fatih nggak pernah sekalipun jadi masbuq shalat fardhu sejak akil baligh. Selalu shalat berjamaah, nggak pernah sekalipun ketinggalan shalat sunnah rawathib, pun qiyamul layl walau kondisi badan kurang fit. Selalu beliau sempatkan. Maka kemenangan atas takluknya Konstantinopel itu diberikan kepadanya.

Barangkali kita semua sudah tau bahwa amalan yang pertama kali dihisab adalah shalat. Jika shalatnya bagus, maka bagus pula seluruh amalannya. Jika kurang bagus, akan diperiksa shalat sunnahnya. Kemudian baru amalan-amalan lainnya diperiksa.

Jadi karena lelaki akan menjadi seorang kepala keluarga, maka nggak berlebihan juga kalau kita pilih cowok yang baik shalatnya. Sesibuk apapun aktifitasnya, selalu disempatkan untuk shalat di awal waktu. Tanda dia nggak meremehkan perintah Allah. Siiip deh.

Istri pilihan ibuku

Ryan, punya ibu yang sakit-sakitan. Dia bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai sekretaris pribadi bossnya. Ryan punya seorang kekasih dari keluarga kaya raya bernama Astrid.

Astrid bersikap kurang sabar pada ibunya Ryan, tapi tetap gak tega juga sih sama orang tua yang sakit-sakitan gitu. Sedangkan Amira, teman SMA Ryan diam-diam menyukai Ryan. Dia juga sayang dengan tulus pada ibunya Ryan.

Ryan dan Astrid saling mencintai, tapi hubungan mereka ditentang secara terang-terangan oleh ayahnya Astrid dengan alasan: MISKIN. Ibunya Ryan juga bilang, "ibu tidak melihat titik temu antara kalian berdua".

Akhirnya Astrid dijodohkan ayahnya oleh orang kaya yang belakangan diketahui telah beristri. Sedangkan Ryan diminta menikahi Amira oleh ibunya sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Setelah menikah, Amira menjalankan kewajibannya sebagai istri dengan sebaik-baiknya. Tetapi Ryan diam-diam jalan dengan Astrid. Bahkan Astrid meminta Ryan menceraikan Amira.

Ryan bilang pada Amira, "kamu bisa dapet yang lebih baik dari aku." Dengan kata lain mungkin seperti ini: kamu terlalu baik buat aku. Oh well, yeah... TENTU AJA AKU BISA DAPET YANG LEBIH BAIK DARI KAMU TAPI KAMU BELUM TENTU BISA DAPET YANG LEBIH BAIK DARI AKUH!!!
Ya, itu kalo seandainya Ryan yang bilang gitu ke gw. Hhaha.. tapi amit-amit dah jgn sampe ngalamin kayak gitu. Amira cuma nangis aja. Dia udah mentok cintanya ke Ryan. Biar suaminya selingkuh juga gpp, udah kehidupannya begitu aja dia bahagia sama Ryan.

Akhirnya Astrid mengusir Amira soalnya dia mau tinggal sama Ryan berdua di rumahnya Ryan. Dan takdir tak memihak pada anak yang durhaka pada orang tuanya. Ryan dipecat, nggak ada perusahaan yang mau nerima dia kerja. Itu ulah bapaknya Astrid yang punya peranan penting di kancah dunia industri.

Jobless, uang pesangonnya Ryan dipake Astrid buat jalan-jalan dan belanja. Kerjaan sehari-hari Ryan mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti masak, mencuci, menyetrika pakaian, ngepel, dll.

Singkat cerita, Ryan sadar bahwa Amira adalah wanita terbaik yang dipilih ibunya untuk jadi pendamping hidupnya. Sedangkan Astrid dipaksa pulang sama bapaknya. Entah, mungkin mau dijodohin lagi sama orang kaya?

___

Dari film ini, mbah dan ibu ikut menyumbang komentar....

Komentar mbah: sukurin! Ntar malem-malemnya disamperin arwah ibunya.
Kometar ibu: makanya jadi anak nurut ama orang tua. Tuh kan, hidupnya jadi nggak bahagia! Pilihan orang tua nggak salah deh...

Ketika kita tidak bersama dengan orang yang kita cintai, mungkin kita akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam mencintai kita. Who knows?
Gw juga percaya banget sama kekuatan doa ibu.

Gw: kalo jodoh buat eno siapa bu?
Mbah: ya cari lah sendiri.
Gw: oke deh, eno yang cari dan ibu yang mengamini ya?
Ibu: (senyum-senyum)
Gw: hmm.... Afghan Syahreza! Gimana?
Ibu: $#&6@;$3';9~&&@(

Hhaha....
Yaaah kata emak gw Aa Afghan terlalu waw buat gw :))

Sebutir nasi sama dengan setetes keringat

Perbandingan itu gw dengar dari percakapan Mang Engkos sama Haji Muhidin di mega sinetron di stasiun televisi swasta (yang sampe sekarang belom bisa ketebak endingnya gimana). Kalo makan tuh harus habis, karena sebutir nasi sama dengan setetes keringat... kalo makannya nggak habis, berarti sama aja nggak menghargai usaha untuk mendapatkan makanan itu.

Tadi siang gw makan bareng Suci, Ela dan Riri di tempat makan dekat kantor. Kita semua bawa bekal dari rumah, tapi numpang makan di luar. Hehehe.... karena temen-temen gw pesan lauk lagi, gw juga tergoda buat meramaikan pesanan.

Seperti biasa, gw yang abisnya paling terakhir. Belom abis banget makanannya tapi perutnya udah kenyaaang.... udah gitu masih ada dua lauk tersisa yang gw pesan di warteg sebelah~

"Tuh kaaan cuma laper mata. Abisin makanannya," protes temen-temen gw. Makanan mereka udah abis semua, dan mereka kenyang.

"tapi kenyaang... gimana dong kalo gw abisin semua trus kekenyangan?"

"yups, makanlah selagi lapar dan berhenti sebelum kenyang," Riri berkomentar.
"makanya, ambil secukupnya..." Suci menimpali.
"kalo lu makannya ga abis, berarti lu menyia-nyiakan rejeki... itu bisa jadi penghambat  untuk mendapatkan rejeki yang lebih besar lagi," Ela ikutan ngasih pendapat.

Dan gw jadi keingetan lagi kata-kata Mang Engkos ke haji Muhidin...
Kita semua tau, siapa yang bersyukur maka nikmatnya ditambah. Apa yang ada di piring kita itulah rejeki kita. Menghabiskan jatah makanan berarti menghargai pemberian rejeki, sekaligus sebagai ungkapan syukur. Lain kali, ambil secukupnya..

Akhirnya gw berjuang buat menghabiskan seluruh makanan pesanan gw. Begitu pun teman-teman gw yang di tempat makannya masih bersisa serpihan-serpihan makan siang. Hehe... kita semua setuju bahwa sebutir nasi sama dengan setetes keringat :)

Search This Blog